KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Prospek kinerja PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) hingga akhir 2026 dinilai masih positif. Kenaikan produksi minyak dan gas (migas) serta harga jual yang lebih tinggi menjadi penopang kinerja emiten energi tersebut. Pada semester I-2026, produksi migas MEDC mencapai sekitar 170.000 barel setara minyak per hari (boepd), naik 19% secara tahunan. Capaian tersebut bahkan sudah berada di batas atas panduan produksi MEDC sepanjang 2026 yang berada di kisaran 165.000-170.000 boepd. Managing Director Research Samuel Sekuritas Indonesia, Harry Su mengatakan, kinerja MEDC masih berpeluang tumbuh hingga akhir tahun. Selain produksi dan harga jual migas, kontribusi PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) juga menjadi salah satu penopang.
"Produksi 1H26 sebesar 170,1 ribu boepd sudah mencapai batas atas guidance FY26 sebesar 165-170 ribu boepd, sementara biaya kas US$ 8,4 per boe masih di bawah target US$ 10 per boe, mendukung ketahanan margin," kata Harry kepada Kontan, Rabu (30/9/2026).
Baca Juga: Laba Bersih Medco Energi (MEDC) Melesat Triple Digit, Ini Pengopangnya Meski demikian, Harry menyebut pertumbuhan laba pada semester II-2026 tetap bergantung pada pergerakan harga komoditas dan keandalan operasional. Dengan demikian, kenaikan laba pada semester I-2026 belum dapat langsung diekstrapolasi untuk kinerja setahun penuh. Sebagai gambaran, MEDC membukukan laba bersih sebesar US$ 275 juta pada semester I-2026, melonjak 797% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kinerja tersebut ditopang oleh peningkatan pendapatan dan laba dari perusahaan asosiasi, terutama AMMN. Sementara itu, analis UBS Global Research, Timothy Handerson juga melihat prospek MEDC masih kuat. Ia mencatat laba bersih MEDC pada kuartal II-2026 mencapai US$ 208 juta, melonjak 209% secara kuartalan dan menjadi rekor tertinggi perusahaan. Menurut Timothy, prospek semester II-2026 masih ditopang oleh harga minyak yang relatif tinggi. UBS memperkirakan harga Brent sekitar US$ 90 per barel secara quarter-to-date, lebih tinggi dibandingkan rata-rata US$ 88 per barel pada semester I-2026. "Total produksi O&G mencapai sekitar 170 mboe per hari pada 1H26, naik 19% YoY, sejalan dengan panduan setahun penuh sekitar 165-170 mboe per hari. Kondisi ini memungkinkan MEDC memanfaatkan kenaikan harga jual rata-rata minyak sebesar 25% YoY dan gas sebesar 16% YoY," tulis Timothy dalam risetnya pada (24/9/2026). Kendati demikian, Analis Maybank Sekuritas Indonesia, Hasan Barakwan mengatakan kemampuan MEDC menghasilkan arus kas dari bisnis hulu, harga hidrokarbon yang lebih tinggi, serta efisiensi biaya menjadi penopang prospek perusahaan.
Baca Juga: Laba Melesat Nyaris 800%, Prospek Saham MEDC Makin Mentereng Terdorong Harga Minyak Hasan mencatat pendapatan MEDC pada semester I-2026 tumbuh 24% YoY menjadi US$ 1,415 miliar. EBITDA meningkat 29% menjadi US$ 801 juta, sedangkan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk (NPATMI) melonjak 640% menjadi US$ 275 juta. "Realisasi harga hidrokarbon yang lebih tinggi dan peningkatan efisiensi biaya, serta pemulihan kontribusi AMMN, menjadi sumber tambahan pertumbuhan laba MEDC," tulis Hasan dalam risetnya pada (24/9/2026). Ke depan, pertumbuhan produksi MEDC akan didukung oleh peningkatan kepemilikan di Blok Corridor dari 46% menjadi 70%. Pengembangan Sakakemang dengan tambahan produksi sekitar 85 mmscfd serta Sambar Corridor yang ditargetkan memberikan tambahan 108 mmscfd pada 2027 juga menjadi katalis pertumbuhan jangka menengah. Harry mengatakan pemanfaatan infrastruktur Corridor berpotensi meningkatkan efisiensi pengembangan Sakakemang sekaligus menekan biaya operasi. Namun, investor tetap perlu mencermati pergerakan harga minyak, realisasi jadwal proyek, belanja modal, utang, kebijakan harga gas domestik, serta kontribusi AMMN.
Rekomendasi Saham Dari sisi rekomendasi, Harry memberikan rekomendasi Buy dengan target harga MEDC sebesar Rp 2.000 per saham. Sementara itu, Hasan mempertahankan rekomendasi Buy dengan target harga Rp 2.500 per saham, sedangkan Timothy juga mempertahankan rekomendasi Buy dan menaikkan target harga MEDC menjadi Rp 2.700 per saham dari sebelumnya Rp 2.570 per saham.
Baca Juga: Kinerja Medco Energi (MEDC) Moncer, Laba Bersih Naik Hampir 800% di Semester I-2026 Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News