Prospek kinerja reksadana pendapatan tetap kian positif setelah suku bunga stabil



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Keputusan Bank Indonesia mempertahankan suku bunga BI 7 days reverse repo rate di 6% memberi sentimen positif pada kinerja reksadana pendapatan tetap.

Head of Investment Research Infovesta Utama Wawan Hendrayana mengatakan suku bunga BI yang stabil tentu membawa sentimen positif bagi kinerja reksadana pendapatan tetap, karena yang ditakutkan adalah ketika suku bunga naik dan berdampak pada turunnya harga obligasi.

Selain itu, Wawan menilai prospek kinerja reksadana pendapatan tetap di tahun ini sangat menarik karena kini yield dalam posisi tinggi. "Jadi, sepanjang suku bunga tidak naik, harga obligasi akan stabil," kata Wawan, Jumat (22/2).


Mengamati ancaman kenaikan suku bunga AS yang mereda serta perbedaan tingkat inflasi dengan suku bunga tinggi, Wawan memproyeksikan suku bunga BI berpotensi turun. Dengan begitu, prospek kinerja reksadana pendapatan tetap semakin cerah.

Namun, Wawan memproyeksikan suku bunga turun tidak akan terjadi di semester I 2019. Kemungkinan, bisa terjadi di akhir tahun ini atau di 2010. Meski, potensi penurunan suku bunga terjadi dalam jangka waktu panjang, Wawan menilai kinerja reksadana pendapatan tetap di tahun ini masih akan tumbuh positif karena aset dari reksadana ini, yaitu obligasi sudah memiliki tingkat yield yang tinggi.

Wawan memproyeksikan jika suku bunga terus stabil di 6% maka secara rata-rata kinerja reksadana pendapatan tetap bisa mencapai 8%. Namun, bila suku bunga bergerak naik ke 6,5% kinera reksadana pendapatan tetap bisa mencapai 6%-7%. Sebaliknya, jika suku bunga bisa turun hingga 5%, kinerja reksadana pendapatan tetap bisa lompat ke 9%-10% di tahun ini.

Wawan mengamati dengan adanya potensi penurunan suku bunga, bagi reksadana pendapatan tetap yang mayoritas memegang obliagsi tenor panjang akan lebih diuntungkan dibanding obligasi dengan tenor pendek. Wawan pun menyarankan investor bisa menahan investasi di reksadana pendapatan tetap dalam dua hingga tiga tahun ke depan.

Fixed Income Fund Manager Ashmore Asset Management Indonesia, Anil Kumar memproyeksikan di tahun ini potensi imbal hasil bergerak naik, kecil. Sekedar informasi di tahun lalu imbal hasil naik cukup signifikan dari 6,3% ke 8,7%.

Sebaliknya, Anil memproyeksikan potensi imbal hasil obligasi bergerak turun akan lebih besar karena meredanya masalah global.

"Jika faktor eksternal membaik harusnya reksadana pendapatan tetap bisa tetap memberikan return cukup besar, kalau pun kondisi global tak begitu mendukung, kita tetap berasumsi return reksadana akan tetap positif di tahun ini dibanding tahun lalu," kata Anil.

Anil memproyeksikan obliagsi tenor 10 tahun bisa memberikan imbal hasil pada reksadana pendapatan tetap hingga mencapai 10% di tahun ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Handoyo .