Prospek LQ45 Dinilai Menarik untuk Jangka Panjang, Mana Saham yang Layak Dicermati?



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Prospek emiten yang tergabung dalam indeks LQ45 dinilai menarik untuk dicermati dalam jangka panjang.

Sebagai informasi, menurut statistik Bursa Efek Indonesia (BEI) hingga akhir perdagangan Selasa (3/2/2026), indeks LQ45 yang berisikan saham-saham berkapitalisasi tinggi mencatatkan kenaikan 2,17% secara harian, lebih baik dibandingkan perdagangan hari sebelumnya yang mencatatkan minus 3,27%. Tapi secara tahun berjalan, indeks LQ45 masih mencatatkan minus 2,7%. 

Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT) David Kurniawan menilai saat ini mulai terlihat pergeseran aliran dana investor menuju saham-saham dengan fundamental yang kuat, seiring meningkatnya volatilitas pasar serta tekanan pada saham-saham spekulatif.


Menurutnya, proses rebalancing tersebut mencerminkan investor kini semakin selektif dengan kembali menitikberatkan pada valuasi yang wajar, kinerja laba yang stabil, serta kondisi neraca perusahaan yang sehat.

Baca Juga: Konglomerat Edwin Soeryadjaya Beli Lagi Saham Saratoga (SRTG)

Dalam jangka panjang, saham-saham LQ45 tetap menarik karena didominasi emiten berkapitalisasi besar dengan tingkat likuiditas tinggi dan fundamental yang relatif solid. 

"Meski kinerja indeks masih tertekan sejak awal tahun, peluang pemulihan tetap terbuka apabila sentimen makroekonomi membaik dan arus dana asing kembali masuk ke pasar domestik," kata David kepada Kontan, Rabu (3/2/2026).

Beberapa saham yang dinilai menarik untuk dicermati antara lain PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dan PT Bank Mandiri  Tbk (BMRI). Kedua saham ini ditopang fundamental solid, pertumbuhan laba yang konsisten, serta valuasi yang kini lebih rasional.

Selain itu, PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) juga dipandang prospektif berkat karakter bisnis yang defensif, potensi dividen yang menarik, serta peluang perbaikan kinerja ke depan. Sementara PT Astra International Tbk (ASII) didukung eksposur kuat pada sektor konsumsi dan otomotif dengan valuasi yang relatif murah.

Baca Juga: OJK Dorong Free Float 15%, AEI Minta Implementasi Bertahap

Di sisi lain, PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) dan PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) tetap menjadi pilihan saham defensif yang berpotensi mengalami pemulihan seiring membaiknya daya beli masyarakat.

"Secara umum, rekomendasi adalah selective buy untuk saham LQ45 berfundamental kuat, terutama perbankan besar dan saham defensif," tutupnya.

Selanjutnya: Konglomerat Edwin Soeryadjaya Beli Lagi Saham Saratoga (SRTG)

Menarik Dibaca: Promo Alfamidi Ngartis 1-15 Februari 2026, Beli 1 Gratis 1 dan Beli 2 Gratis 1

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News