Prospek Pasar Saham yang Masih Lesu



MOMSMONEY.ID - PT Manulife Aset Manajemen Indonesia berpandangan situasi pasar keuangan akan berangsur menjadi lebih positif menjelang akhir tahun. Namun, sayangnya pandangan yang lebih positif tersebut saat ini belum tercermin pada kinerja pasar saham. 

Caroline Rusli, CFA Senior Portfolio Manager, Equity PT Manulife Aset Manajemen Indonesia mengonfirmasi,  stabilitas dan kondisi perekonomian Indonesia yang terjaga baik, sayangnya kurang mendapatkan apresiasi yang sepadan terutama dari investor domestik, kondisi inilah yang menyebabkan pergerakan pasar saham menjadi ‘lesu’. Malah kalau investor asing justru memiliki optimisme yang lebih baik pada pasar saham Indonesia terlihat dari arus masuk yang cukup konsisten bahkan ketika terjadi guncangan di pasar keuangan global.

Di paruh kedua Caroline mengharapkan sentimen pasar akan beralih menjadi lebih positif didukung oleh faktor seperti profitabilitas perusahaan yang baik kurang lebih 67% dari perusahaan yang merilis kinerja keuangan kuartal pertama berhasil memenuhi dan mengalahkan ekspektasi konsensus sehingga membuka peluang kenaikan earnings di tahun ini, valuasi pasar saham yang relatif rendah dan meningkatnya aktivitas domestik terkait belanja pemilu menjelang akhir tahun.


Baca Juga: IHSG Turun 0,19% pada Awal Perdagangan Selasa (20/6), Bersiap Memerah 3 Hari Beruntun

Dengan latar belakang kondisi makro yang kuat dan penyelenggaraan pemilu di tahun 2024, Caroline memiliki pandangan yang positif terhadap beberapa sektor:

Financials

Terutama pada bank besar di mana pertumbuhan profitabilitasnya masih kuat didukung oleh kondisi likuiditas yang terus membaik (menekan cost of fund) dan pertumbuhan kredit yang sehat. Masalah yang terjadi pada perbankan di Amerika Serikat dan Eropa turut meningkatkan daya tarik sektor perbankan Indonesia yang menawarkan fundamental baik, pergeseran arus investasi ini menjadi salah satu penyebab dari all time high beberapa emiten bank besar Indonesia.

 Communication services

Sektor ini berpotensi diuntungkan dari aliran dana kampanye lewat meningkatnya belanja masyarakat akan pulsa.

Consumer staples

Kami menantikan katalis yang lebih positif di sektor ini ketika belanja pemerintah dan aliran dana kampanye mulai terdistribusi secara masif. Laporan keuangan 1Q menunjukkan kinerja yang cukup berbeda antara perusahaan yang menargetkan konsumen menengah ke atas dan menengah ke bawah. Perusahaan yang menargetkan menengah ke atas kinerja penjualan dan profitnya menguat, sedangkan yang menengah ke bawah terlihat trading down ke barang yang lebih rendah harganya, sehingga penjualan dan profit cenderung lebih melemah.

Materials

Yang menjadi bagian dari rantai pasokan Energi Baru dan Terbarukan dengan preferensi eksposur pada emiten yang lebih banyak mendapatkan kontribusi pendapatan dari upstream dibandingkan downstream, karena situasi oversupply smelter yang akan terus bertambah dalam beberapa tahun ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Danielisa Putriadita