KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Prospek saham emiten laboratorium kesehatan pada 2026 diperkirakan bergerak berbeda arah antara PT Prodia Widyahusada Tbk (PRDA) dan PT Diagnos Laboratorium Utama Tbk (DGNS). Sepanjang 2025, saham PRDA terkoreksi 6,69%, sedangkan DGNS justru naik 5%. Hingga kuartal ketiga 2025, PRDA mencatat pendapatan Rp1,58 triliun, sementara DGNS membukukan Rp118,27 miliar. Head of Research KISI Sekuritas, Muhammad Wafi, menilai pelemahan saham PRDA justru membuka peluang valuasi yang lebih menarik. “Untuk PRDA, koreksi kemarin bikin valuasi jadi menarik karena masuk kategori value dan dividend play. Sementara DGNS lebih banyak diharapkan sebagai growth play tahun ini,” ujar Wafi kepada Kontan, Selasa (13/1/2026). Baca Juga: Prodia (PRDA) Perkuat Layanan Stem Cell dan Ekspansi Regional Pacu Kinerja di 2026
Prospek Prodia (PRDA) dan Diagnos (DGNS) 2026 Tetap Positif, Cek Rekomendasinya
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Prospek saham emiten laboratorium kesehatan pada 2026 diperkirakan bergerak berbeda arah antara PT Prodia Widyahusada Tbk (PRDA) dan PT Diagnos Laboratorium Utama Tbk (DGNS). Sepanjang 2025, saham PRDA terkoreksi 6,69%, sedangkan DGNS justru naik 5%. Hingga kuartal ketiga 2025, PRDA mencatat pendapatan Rp1,58 triliun, sementara DGNS membukukan Rp118,27 miliar. Head of Research KISI Sekuritas, Muhammad Wafi, menilai pelemahan saham PRDA justru membuka peluang valuasi yang lebih menarik. “Untuk PRDA, koreksi kemarin bikin valuasi jadi menarik karena masuk kategori value dan dividend play. Sementara DGNS lebih banyak diharapkan sebagai growth play tahun ini,” ujar Wafi kepada Kontan, Selasa (13/1/2026). Baca Juga: Prodia (PRDA) Perkuat Layanan Stem Cell dan Ekspansi Regional Pacu Kinerja di 2026