KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Prospek kinerja PT Prodia Widyahusada Tbk (
PRDA) pada tahun 2026 diperkirakan masih akan tumbuh moderat dengan karakter defensif, seiring pergeseran tren layanan kesehatan ke arah preventif dan deteksi dini. Emiten layanan kesehatan ini mencatatkan pendapatan sebesar Rp2,28 triliun pada 2025, tumbuh tipis 1,31% secara tahunan atau
year on year. Head of Research KISI Sekuritas Muhammad Wafi menilai, pertumbuhan PRDA ke depan akan ditopang oleh meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemeriksaan kesehatan sejak dini.
“Prospek 2026 tumbuh moderat dan defensif, ditopang oleh pergeseran tren kesehatan masyarakat ke arah perawatan preventif dan deteksi dini,” kata Wafi kepada Kontan, Selasa (17/3/2026).
Baca Juga: Rupiah Masih Tertekan, Yield SBN Naik Jadi Alarm Fiskal Pemerintah Senada, Equity Research Kiwoom Sekuritas Indonesia Abdul Azis Setyo Wibowo melihat kinerja PRDA mulai memasuki fase normalisasi setelah lonjakan permintaan pada masa pandemi. “Untuk 2026, pertumbuhan diperkirakan kembali meningkat secara moderat seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap layanan kesehatan preventif serta ekspansi layanan diagnostik bernilai tambah,” jelasnya. Salah satu strategi utama PRDA adalah mendorong bauran tes bernilai tinggi seperti layanan esoterik dan
precision medicine. Strategi ini dinilai mampu meningkatkan kualitas pendapatan perusahaan. Wafi menyebut, layanan tersebut memiliki margin lebih tinggi dibandingkan tes rutin sekaligus menciptakan keunggulan kompetitif bagi PRDA.
Baca Juga: Cimory (CMRY) Hadapi Tantangan Volatilitas Harga Bahan Baku, Cek Rekomendasi Sahamnya “Layanan esoterik dan
precision medicine memiliki margin yang lebih tinggi dibandingkan tes rutin,” katanya. Azis menambahkan, peningkatan kontribusi tes bernilai tinggi juga akan berdampak positif terhadap margin perusahaan dalam jangka menengah. “Tes jenis ini umumnya memiliki harga lebih tinggi dan margin yang lebih baik, sehingga dapat membantu menjaga pertumbuhan margin,” imbuhnya. Selain itu, PRDA juga mengembangkan layanan
specialty clinic seperti
stem cell, autoimmune, dan
longevity yang berpotensi menjadi sumber pertumbuhan baru. Wafi menilai layanan ini dapat mendorong peningkatan pendapatan per kunjungan atau
average revenue per visit, sekaligus menyasar segmen premium. “Layanan ini menyasar segmen dengan daya beli tinggi dan memperkuat pendapatan berulang,” jelasnya.
Baca Juga: Saham Big Banks Kompak Menguat, BBNI Pimpin Kenaikan Selasa (17/3) Azis menambahkan, meski kontribusinya masih relatif kecil saat ini, layanan
specialty clinic memiliki potensi margin yang lebih tinggi dibandingkan layanan konvensional. Dari sisi keuangan, PRDA memiliki posisi arus kas operasi yang cukup solid untuk mendukung ekspansi bisnis. Wafi menyebut arus kas tersebut memberikan ruang pendanaan internal untuk belanja modal atau
capital expenditure (capex), baik untuk ekspansi jaringan maupun digitalisasi, tanpa harus menambah utang berbunga tinggi. Sementara itu, Azis menilai arus kas yang kuat memberikan fleksibilitas bagi perusahaan untuk melakukan investasi, termasuk pengembangan infrastruktur digital dan peralatan diagnostik.
“Dengan arus kas yang kuat, perusahaan dapat memperluas layanan tanpa tekanan signifikan terhadap struktur keuangan,” jelasnya. Dari sisi rekomendasi, Wafi memberikan rekomendasi
buy untuk saham PRDA dengan target harga Rp3.800. Adapun Azis merekomendasikan
trading buy dengan target harga Rp2.580 serta level support di kisaran Rp2.420–Rp2.390. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News