Prospek Reksadana Diramal Positif, Samuel Aset Manajemen Targetkan AUM Rp 17 Triliun



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Prospek investasi reksadana pada tahun 2024 akan positif. Hal tersebut berkaca dari sejumlah manajer investasi yang menargetkan pertumbuhan dana kelolaan atau asset under management (AUM) hingga dobel digit pada tahun ini. 

Presiden Direktur PT Samuel Aset Manajemen Agus B. Yanuar mengatakan, pihaknya menargetkan AUM sekitar Rp 17,3 triliun pada tahun 2024. Angka ini naik 20% dibandingkan tahun 2023 yang mencapai Rp 14,4 triliun. 

“Target tahun ini memang lebih tinggi dibandingkan target tahun 2023 lalu yang kenaikannya hanya mencapai 12%,” ujar Agus kepada Kontan.co.id, Kamis (1/2). 


Agus optimistis bahwa target AUM tersebut berpotensi bisa tercapai. Samuel Aset akan meningkatkan imbal hasil dari beberapa produk-produk reksa dana, peluncuran produk-produk baru, serta penambahan jumlah investor.

Baca Juga: Reksadana Pasar Uang Diprediksi Catat Kinerja Positif pada 2024, Berikut Sentimennya

Agus menilai, target AUM tersebut diyakini bisa tercapai karena juga didorong oleh pertumbuhan ekonomi Indonesia yang positif dan aktivitas politik seperti saat ini, sehingga membantu daya beli masyarakat melalui dana-dana bantuan dari pelaku politik. 

Selain itu, dia memprediksi bahwa jumlah investor di Samuel Aset Manajemen akan ikut naik di tahun 2024 disokong peningkatan investor retail. Saat ini komposisi investor reksadana yang ditangani Samuel adalah 90% institusi, 5% ritel, dan family office 5%.

“Kalau ragam investornya diperkirakan naik pada tahun 2024, termasuk juga mungkin investor di retail karena kami juga bekerja sama dengan para channel seperti bank distribusi,” kata dia. 

Baca Juga: Intip Proyeksi Pasar Modal Indonesia pada Tahun Politik

Agus juga memprediksi, produk-produk Samuel Aset Manajemen yang berkaitan dengan saham akan menghasilkan return sekitar 8%-10% pada 2024, sementara tahun 2023 rata-ratanya hanya sebesar 8%. 

Menurut dia, sektor yang prospektif pada tahun ini adalah perbankan, kesehatan, barang konsumsi terutama makanan, retail, transportasi, telekomunikasi, serta minyak dan gas. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Wahyu T.Rahmawati