KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Prospek saham emiten farmasi pada 2026 dinilai masih cukup menjanjikan, meski kinerjanya akan sangat bergantung pada kemampuan perusahaan menjaga efisiensi biaya dan stabilitas margin. Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT) Brigita Kinari menilai, perbedaan kinerja emiten farmasi sepanjang 2025 menunjukkan pentingnya pengelolaan biaya operasional, khususnya di sisi pemasaran. Menurutnya, emiten seperti PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) dan PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) mampu menjaga kinerja dengan mengontrol beban penjualan, sementara PT Tempo Scan Pacific Tbk (TSPC) mengalami tekanan laba akibat lonjakan biaya operasional yang tidak diimbangi pertumbuhan pendapatan.
Prospek Saham Farmasi 2026 Netral Hingga Positif, Ini Rekomendasi Analis
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Prospek saham emiten farmasi pada 2026 dinilai masih cukup menjanjikan, meski kinerjanya akan sangat bergantung pada kemampuan perusahaan menjaga efisiensi biaya dan stabilitas margin. Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT) Brigita Kinari menilai, perbedaan kinerja emiten farmasi sepanjang 2025 menunjukkan pentingnya pengelolaan biaya operasional, khususnya di sisi pemasaran. Menurutnya, emiten seperti PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) dan PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) mampu menjaga kinerja dengan mengontrol beban penjualan, sementara PT Tempo Scan Pacific Tbk (TSPC) mengalami tekanan laba akibat lonjakan biaya operasional yang tidak diimbangi pertumbuhan pendapatan.