Proyek AEON Mall akan diserahterimakan akhir November



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perusahaan properti, PT Sentul City Tbk (BKSL) tengah menggarap sejumlah proyek properti di kawasan central business district (CBD), salah satunya AEON Mall. Adapun rencanaya AEON Mall yang akan diserahterimakan pada akhir November 2019. 

"Fisiknya akan diserahkan pada akhir November," ungkap Alfian Mujani, Sekretaris Perusahaan Sentul City kepada Kontan.co.id, Senin (9/9). Proyek tersebut tengah dalam proses finishing. Rencananya, mall tersebut akan mulai beroperasi pada April tahun depan. 

Asal tahu saja, proyek Mall ini sebenarnya sudah harus diserahterimakan pada bulan Desember tahun lalu, akan tetapi mundur hingga November 2019. Alfian menjelaskan, keterlambatan tersebut disebabkan ekonomi makro yang kurang mendukung, juga subkontraktor yang tidak tepat waktu. 


Baca Juga: Ini daftar lengkap mal yang menebar diskon di Indonesia Great Sale

Adapun AEON Mall hanyalah salah satu proyek di kawasan CBD yang digarap oleh BKSL, proyek lainnya Apartemen Vedura, Apartemen Saffron Noble Residence, Apartemen Opus Park Towers, gedung perkantoran dan kondotel. 

Terkait target pendapatannya, BKSL masih belum tahu gambarannya. Akan tetapi, jika dilihat dari target penjualan apartemen setidaknya bisa mencapai lebih dari Rp 500 miliar. Asal tahu saja, pendapatan BKSL  dari apartemen satu bulannya minimum Rp 40 miliar. 

"Sekitar Rp 600 miliar hingga Rp 700 miliar dari apartemen Opus dan Safron," jelasnya lagi. Perhitungan tersebut belum termasuk proyek apartemen My Home yang memiliki harga serupa Opus. Adapun apartemen Opus memiliki harga Rp 17 juta per meternya.

Baca Juga: Sentul City (BKSL) Menjajakan Apartemen Low Rise

Alfian menjelaskan, untuk semester ini BKSL akan lebih fokus melanjutkan proyek-proyek yang telah berjalan, mengingat beberapa proyeknya sempat tertunda karena daya beli masyarakat yang surut akibat kondisi ekonomi makro yang kurang bagus. 

Ke depannya, Alfian optimistis kinerja BKSL akan lebih baik, mengingat jarak Sentul dan Jakarta akan bisa dijangkau menggunakan LRT. Selain itu, waktu tempuh ke Sentul kini hanya sekitar 35 hingga 45 menit melalui jalan tol ketika lancar. "Itu akan semakin menarik untuk jualan apartemen," jelasnya. 

Asal tahu saja, hingga semester II 2019 BKS mencatatkan pendapatan bersih sebesar Rp 390,34 miliar turun 28,4% year on year (yoy). Sebelumnya BKSL mencatatkan Rp 545,18 miliar. Adapaun pendapatan BKSL sebagian besar masih didominasi segmen real estate senilai Rp 308,84 miliar. Sisanya, pendapatan dari segmen lain-lain. BKSL mencatatkan laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk Rp 41,92 miliar turun 17,38% yoy. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Wahyu T.Rahmawati