Proyek Balon Internet menanti izin 2 kementerian



JAKARTA. Pelaksanaan proyek Google Loon berpotensi meleset dari jadwal. Kementerian Perhubungan (Kemhub) dan Kementerian Pertahanan (Kemhan) belum memberi izin terkait faktor keamanan ruang udara serta keamanan data.

Padahal, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara menargetkan proyek tersebut bisa terlaksana tahun ini juga.  Saat dikonfirmasi, Noor Iza, Pelaksana Tugas Kepala Biro Humas Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menyatakan, proses pengembangan Google Loon tetap berjalan. Berdasarkan informasi yang dia dapatkan, saat ini tengah masuk proses perizinan. ”Mengejar izin kedua instansi tersebut," katanya, kepada KONTAN, Kamis (17/11).

Menurutnya, proyek ini menjadi salah  satu program penunjang  di industri telekomunikasi. Namun ketika ditanya lebih lanjut soal kepastian proyek ini mulai berjalan, Noor belum bisa memberi kepastian. "Kemungkinan molor bisa, tapi kami harapkan ini segera terlaksana," ucapnya.


Meski begitu ia berharap, proyek balon internet ini bisa menyelesaikan masalah koneksi internet yang sangat terbatas di daerah terpencil. Khususnya yang sulit terjangkau infrastruktur darat.

Sementara, pihak Google Indonesia sendiri belum mengetahui sejauh mana proses perizinan yang diajukan. Mereka menyatakan, progresnya masih sama seperti sebelumnya. ”Saya belum mendengar pernyataan Kominfo. Sejak ada kesepakatan dengan operator, prosesnya masih sama. Semenjak itu, belum ada kemajuan lagi,” jelas Head of Corporate Communication PT Google Indonesia, Jason Tedjakusuma, saat ditemui KONTAN di Google Indonesia Office, kemarin (17/11).

 Dia menyatakan, untuk mengetahui lebih lanjut, pihaknya mesti berkomunikasi dengan Google yang langsung mengelola proyek tersebut. "Nanti jika ada kemajuan, akan diberi kabar," katanya.

Balon internet ini nanti bakal mengudara setinggi 20 km, yang diklaim bisa menciptakan jaringan nirkabel berkecepatan setara 3G.

Di proyek ini, Google menggandeng beberapa operator telekomunikasi yakni Telkomsel, XL Axiata dan Indosat Ooredoo. Ketiga operator ini akan membagi wilayah secara terpisah di proyek balon internet tersebut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Sanny Cicilia