JAKARTA. Proyek kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) masih jauh dari harapan. Bahkan target yang dicanangkan tahun ini pun meleset. Ambil contoh, realisasi jumlah penduduk yang datanya sudah terekam untuk e-KTP. Kementerian Dalam Negeri (Kemdagri) menargetkan hingga akhir tahun ini jumlah penduduk yang sudah terdata akan mencapai 30 juta orang. Nyatanya, berdasarkan catatan Kemdagri, jumlah penduduk yang datanya sudah terekam untuk e-KTP hingga akhir pekan lalu baru sekitar 16,6 juta penduduk saja. Rinciannya di DKI Jakarta sebanyak 3,5 juta penduduk dan di luar DKI Jakarta 13,04 juta penduduk. Selain itu, proses pencetakan e-KTP juga masih berjalan lambat. Meskipun sudah sejak November lalu pencetakan e-KTP dilakukan, kenyataannya sampai saat ini baru sekitar 23.000 e-KTP yang tercetak.
Proyek e-KTP masih jauh dari target
JAKARTA. Proyek kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) masih jauh dari harapan. Bahkan target yang dicanangkan tahun ini pun meleset. Ambil contoh, realisasi jumlah penduduk yang datanya sudah terekam untuk e-KTP. Kementerian Dalam Negeri (Kemdagri) menargetkan hingga akhir tahun ini jumlah penduduk yang sudah terdata akan mencapai 30 juta orang. Nyatanya, berdasarkan catatan Kemdagri, jumlah penduduk yang datanya sudah terekam untuk e-KTP hingga akhir pekan lalu baru sekitar 16,6 juta penduduk saja. Rinciannya di DKI Jakarta sebanyak 3,5 juta penduduk dan di luar DKI Jakarta 13,04 juta penduduk. Selain itu, proses pencetakan e-KTP juga masih berjalan lambat. Meskipun sudah sejak November lalu pencetakan e-KTP dilakukan, kenyataannya sampai saat ini baru sekitar 23.000 e-KTP yang tercetak.