KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Asosiasi Pemasok Energi, Mineral dan Batubara Indonesia (Aspebindo) menilai proyek-proyek hilirisasi batubara memiliki peluang yang besar, tetapi sisi kelayakan (feasibility) dan keekonomian proyek masih rawan menjadi tantangan. Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan rencana pengadaan batubara menjadi bensin atau hilirisasi coal to liquid yang disebut bertujuan memperkuat kemandirian energi. Beberapa perusahaan juga sudah mengintip peluang dari hilirisasi batubara. Misalnya, coal to methanol yang dikembangkan oleh PT Bumi Resources Tbk (BUMI) melalui PT Bumi Etam Chemical (BEC) atau usaha patungan PT Arutmin Indonesia dan PT Kaltim Prima Coal (KPC), di Kutai Timur, Kalimantan Timur. Adapun PT Bukit Asam Tbk (PTBA) juga sedang menggarap proyek coal to dimethyl ether (DME) yang rencananya masuk tahap konstruksi pada 2027.
Proyek Hilirisasi Batubara Masih Dibayangi Tantangan Kelayakan dan Nilai Ekonomi
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Asosiasi Pemasok Energi, Mineral dan Batubara Indonesia (Aspebindo) menilai proyek-proyek hilirisasi batubara memiliki peluang yang besar, tetapi sisi kelayakan (feasibility) dan keekonomian proyek masih rawan menjadi tantangan. Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan rencana pengadaan batubara menjadi bensin atau hilirisasi coal to liquid yang disebut bertujuan memperkuat kemandirian energi. Beberapa perusahaan juga sudah mengintip peluang dari hilirisasi batubara. Misalnya, coal to methanol yang dikembangkan oleh PT Bumi Resources Tbk (BUMI) melalui PT Bumi Etam Chemical (BEC) atau usaha patungan PT Arutmin Indonesia dan PT Kaltim Prima Coal (KPC), di Kutai Timur, Kalimantan Timur. Adapun PT Bukit Asam Tbk (PTBA) juga sedang menggarap proyek coal to dimethyl ether (DME) yang rencananya masuk tahap konstruksi pada 2027.