KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bukit Asam Tbk (PTBA) menjadi pemasok batubara yang akan digunakan sebagai energi listrik untuk menjalankan proyek hilirisasi bauksit milik PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) dan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), dalam bentuk Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) Fase 2 dan New Smelter Aluminium. Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria menyebut pemanfaatan batubara PTBA dinilai akan menekan biaya operasional sehingga harga dari produk akhir smelter dapat lebih kompetitif di pasaran. "Untuk (kebutuhan listrik) proyek ini nantinya akan dibangun oleh PTBA. Karena sumber energinya berasal dari batu bara, hal ini akan menekan biaya operasional sehingga output-nya bisa kompetitif. Kami harapkan proyek ini selesai dalam jangka waktu dua tahun,” ujar Dony dalam Ground Breaking 6 Proyek Hilirisasi Fase 1 di Jakarta, Jumat (6/2/2026). “Salah satu faktor kunci keberhasilan (key success factor) dalam smelter aluminium adalah harga listrik. Oleh karena itu, kami mengajukan Wilus sendiri untuk proyek ini,” tambah Dony. Baca Juga: Xpeng Nilai Ketidakpastian Insentif EV Tekan Permintaan Adapun, proyek hilirisasi bauksit ini, menjadi salah dua dari enam proyek hilirisasi tahap satu yang telah diumumkan oleh Danantara. Fasilitas yang telah menjadi penghubung penting dalam rantai pasok pengolahan dan pemurnian bauksit – alumina - aluminium secara terintegrasi di Indonesia ini memiliki kapasitas pengolahan mencapai 3 juta ton bauksit menjadi 1 juta ton alumina per tahun. Selanjutnya, 1 juta ton alumina itu akan diolah menjadi 600 ribu ton aluminium. Proyek ini juga akan menjadi motor bagi penciptaaan potensi peningkatan kesempatan kerja lebih dari 65.000 tenaga kerja. Tidak hanya bagi sektor pertambangan, tetapi juga bagi sektor industri terkait hingga infrastruktur daerah dan UMKM yang masuk dalam rantai ekosistem hilirisasi bauksit – alumina – aluminium ini. Direktur Utama MIND ID, Maroef Sjamsoeddin, menegaskan komitmen Grup MIND ID dalam mengoptimalkan pengelolaan sumber daya mineral secara bertanggung jawab dan memastikan kekayaan alam dapat diolah di dalam negeri agar mampu menciptakan multiplier effect ekonomi yang baik dalam mewujudkan pertumbuhan yang berkelanjutan. “Proyek ini adalah karya anak bangsa. Inilah bentuk kontribusi Grup MIND ID dalam menciptakan nilai tambah di dalam negeri, memperkuat ekonomi, dan memperkuat kedaulatan Negara, demi peradaban masa depan Indonesia,” pungkas Maroef. Oleh karena itu, penyediaan energi yang stabil menjadi faktor krusial dalam menjamin keberlangsungan proses pengolahan bauksit menjadi alumina hingga aluminium, yang membutuhkan suplai energi dalam skala besar dan berkesinambungan. Direktur Utama PTBA, Arsal Ismail, menegaskan keterlibatan Perusahaan dalam mendukung kebutuhan energi proyek strategis nasional di Mempawah merupakan bentuk sinergi antaranggota Grup MIND ID dalam menciptakan nilai tambah di dalam negeri. “Dukungan energi bagi Pengolahan dan Pemurnian Alumina-Aluminium Terpadu di Mempawah menjadi bukti keseriusan Perusahaan dalam memperkuat rantai pasok industri dan ketahanan energi nasional sekaligus mendorong percepatan hilirisasi industri berbasis sumber daya alam serta pertumbuhan ekonomi berkelanjutan,” ujarnya. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News