Proyek infrastruktur berjalan, beton WTON laris



JAKARTA. Manajemen PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON) yakin bisa memperkokoh kinerja pada tahun ini. Sepanjang 2015, anak usaha PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) ini membidik pertumbuhan penjualan dan laba bersih masing-masing 22% dan 11,6%.

Sekretaris Perusahaan WTON Puji Haryadi, menyebutkan, pada tahun ini WTON menargetkan penjualan Rp 4 triliun. Jumlah itu naik 22,32% dibandingkan penjualan 2014. Adapun laba bersihnya diproyeksikan menanjak menjadi Rp 360 miliar.

Untuk mencapai target itu, WTON mengincar kontrak baru Rp 4 triliun, tumbuh 17,6% dari kontrak tahun lalu senilai Rp 3,4 triliun. Ditambah kontrak bawaan atau carry over Rp 1 trilun, maka total target kontrak WTON di 2015 mencapai Rp 5 triliun.


WTON membidik kontrak baru dari proyek infrastruktur pemerintah, seperti pembangunan tol laut, pelabuhan, jalan tol, PLTU, proyek pertambangan dan properti. Serupa tahun lalu, WTON fokus meningkatkan produksi tiang pancang.

Namun, realisasi pendapatan WTON di awal tahun ini masih rendah. Pada kuartal I 2015, WTON meraih pendapatan Rp 428 miliar, anjlok 48% dibandingkan periode sama tahun lalu. Laba bersihnya juga merosot 79% year-on-year (yoy) menjadi Rp 17 miliar pada kuartal I-2015.

Margin tertekan

Sampai akhir Maret 2015, realisasi kontrak baru WTON senilai Rp 550 miliar dan carry over sebesar Rp 1 triliun.  Analis Danareksa Sekuritas Joko Sogie dalam riset pada 4 Mei 2015 menilai, realisasi proyek infrastruktur pemerintah yang masih mandek di awal tahun turut menekan kinerja WTON.

Menurut Joko, pada kuartal I 2015, saat pendapatan di bawah Rp 500 miliar, WTON memangkas utilitas produksi menjadi 65%. Sebagai konsekuensi, margin laba kotor (gross margin) pada kuartal pertama tahun ini tertekan menjadi 8%. Angka tersebut menyusut dibandingkan periode sama tahun lalu sebesar 15,7%.   

Meski begitu, ada katalis positif yang dapat menggenjot kinerja WTON. Kiswoyo Adi Joe, Managing Partner Investa Saran Mandiri, mengatakan, katalis positif itu berasal dari proyek infrastruktur pemerintah yang diperkirakan mulai efektif berjalan pada kuartal ketiga tahun ini. "Pemerintah menggenjot proyek infrastruktur, WTON bisa mendapat berkahnya," ujar dia.

Menurut Kiswoyo, pabrik baru PWON di Lampung Selatan yang mulai beroperasi pada semester kedua tahun ini bisa berkontribusi terhadap pendapatan perusahaan. Maklum, lonjakan permintaan beton dari proyek infrastruktur pemerintah akan diimbangi oleh pasokan dari pabrik tersebut.

Sementara Joko menyebutkan, WTON perlu mengemas kontrak baru minimal Rp 3,5 triliun untuk memastikan emiten ini dapat mencapai  target pendapatan pada 2015. "Proyek infrastruktur yang mulai berjalan di semester kedua tahun ini bisa menjadi katalis utama bagi permintaan produk WTON," tambah dia.

Kiswoyo memprediksi, pada kuartal III 2015 WTON dapat membukukan minimal 75% dari total target pendapatan tahun ini. Alhasil, target pendapatan sebesar Rp 4 triliun di tahun ini berpeluang tercapai.

Adapun Joko memproyeksikan pendapatan WTON sepanjang tahun ini tumbuh 24,66% dibandingkan tahun sebelumnya. Sedangkan laba bersihnya tumbuh 20,36% (yoy) selama 2015.

Joko menyarankan hold WTON dengan target Rp 1.350 per saham. Kiswoyo merekomendasikan buy dengan target Rp 1.200 per saham. Deidy Wijaya, analis DBS Vickers juga merekomendasikan buy dengan target Rp 1.200 per saham. Harga saham WTON kemarin meningkat 1% menjadi Rp 1.010 per saham.     

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Uji Agung Santosa