JAKARTA. Kebutuhan baja pada tahun depan akan meningkat dua kali lipat menjadi 28 juta ton menyusul masifnya pembangunan infrastruktur. Sementara untuk tahun ini, realisasi kebutuhan baja diperkirakan hanya mencapai 14 juta ton. Indonesian Iron and Steel Industry Association (IISIA) menargetkan, utilisasi industri baja nasional pada 2016 mencapai 80%, meningkat dari realisasi tahun ini sekitar 50%. Hal ini seiring dengan berjalannya proyek infrastruktur pada tahun depan. Direktur Eksekutif IISIA, Hidayat Triseputro berharap, proyek-proyek APBN/APBD bisa dimaksimalkan dengan menggunakan produk nasional, antara lain melalui regulasi peningkatan penggunaan produk dalam negeri (P3DN), mewajibkan penggunaan produk lokal, pengetatan impor, penerapan SNI, dan lain-lain.
Proyek infrastruktur jalan, pesanan baja mengalir
JAKARTA. Kebutuhan baja pada tahun depan akan meningkat dua kali lipat menjadi 28 juta ton menyusul masifnya pembangunan infrastruktur. Sementara untuk tahun ini, realisasi kebutuhan baja diperkirakan hanya mencapai 14 juta ton. Indonesian Iron and Steel Industry Association (IISIA) menargetkan, utilisasi industri baja nasional pada 2016 mencapai 80%, meningkat dari realisasi tahun ini sekitar 50%. Hal ini seiring dengan berjalannya proyek infrastruktur pada tahun depan. Direktur Eksekutif IISIA, Hidayat Triseputro berharap, proyek-proyek APBN/APBD bisa dimaksimalkan dengan menggunakan produk nasional, antara lain melalui regulasi peningkatan penggunaan produk dalam negeri (P3DN), mewajibkan penggunaan produk lokal, pengetatan impor, penerapan SNI, dan lain-lain.