KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah memastikan proyek sistem pembayaran tol nirsentuh berbasis Global Navigation Satellite System (GNSS) atau Multi Lane Free Flow (MLFF) tetap berjalan. Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, menyatakan bahwa hambatan yang sebelumnya mengganjal proyek strategis ini telah diselesaikan. "MLFF itu tetap berproses, ada sedikit masalah teknis dan non-teknis, tapi kita sudah bereskan semua," ujarnya di Kantor Kementerian PU, Jakarta, Jumat (6/3/2026).
Baca Juga: Indonesia Tunda Pembahasan BoP: Mengapa Pemerintah Ambil Langkah Tak Terduga Ini? Dody mengungkapkan, proses pembenahan proyek ini memakan waktu cukup lama karena melibatkan banyak pemangku kepentingan. Selain internal Kementerian PU dan pihak pengimplementasi, terdapat berbagai aspek teknis dan non-teknis yang harus disinkronkan agar sistem ini dapat beroperasi optimal. "Memang perlu waktu untuk membereskan karena terkait dengan banyak pihak, tidak hanya Kementerian PU dan pengimplementasi MLFF-nya, tapi juga banyak pihak terkait karena ada masalah teknis dan non-teknisnya," ungkapnya. Lebih lanjut, Dody menjelaskan, pemerintah tidak akan terburu-buru dalam mengambil keputusan final. Ia menegaskan akan ada serangkaian pengujian mendalam sebelum sistem ini benar-benar diterapkan secara luas di jalan tol di Indonesia. "Kita tetap berlanjut. Akan ada tes dan segala macam, tes berikutnya dan segala macam, mungkin 2-3 kali kalau nggak salah, baru kita putuskan mau seperti apa," imbuhnya. Menyambung arahan tersebut, Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), Wilan Oktavian, menjelaskan bahwa pihaknya telah menyepakati kerangka kerja (
framework) baru dengan PT Roatex Indonesia Toll System (RITS). Framework tersebut terbagi dalam tiga tahap, yakni pra-uji coba, uji coba, dan evaluasi. Saat ini, proyek tersebut sedang berada pada tahap pra-uji coba. Wilan melaporkan bahwa sejak Selasa (3/3), tim teknis telah mulai melakukan functional test untuk membedah skenario-skenario yang akan diujikan nantinya.
Baca Juga: Tarif 0% dari Kesepakatan ART, Peluang Ekspor Indonesia Bergantung Daya Saing "Jadi,
functional test itu bukan mencoba atau mengetes bisa apa tidak, tapi skenario yang akan kita uji itu bisa dilakukan atau bisa dinilai atau tidak. Nah, baru dicoba sebanyak 64 skenario dan hasilnya memang bisa dilaksanakan, bisa dinilai," jelasnya di lokasi yang sama. Wilan menambahkan, setelah
functional test tahap pertama ini rampung, akan dilanjutkan dengan tahap kedua dan ketiga. Jika seluruh skenario yang disepakati berhasil dilalui tanpa kendala, barulah proyek ini diizinkan masuk ke tahap uji coba sesungguhnya. Mengenai lokasi penerapan, Wilan menyebut skema ini akan dilakukan secara bertahap di tiap provinsi. Untuk jalan tol yang sudah beroperasi, sistem akan dimodifikasi, sementara untuk jalan tol yang sedang dibangun, desain MLFF akan diterapkan sejak awal pembangunan. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News