Proyek pemerintah menyokong WSKT



JAKARTA. Kinerja PT Waskita Karya Tbk (WSKT) sepanjang semester I-2017 mengkilap. Perusahaan kontruksi ini berhasil mencatatkan pendapatan sebesar Rp 15,55 triliun, atau naik 92,33% dibanding pendapatan di semester I-2016.

Melesatnya pendapatan WSKT ini membuat laba bersih perusahaan pelat merah ini terbang 118,5% jadi Rp 1,28 triliun di akhir Juni 2017 lalu. Kinerja ciamik di paruh pertama 2017 ini membuat pekerjaan rumah WSKT di semester II-2017 lebih mudah.

Analis Samuel Sekuritas Indonesia Akhmad Nurcahyadi mengatakan, target pendapatan WSKT kini lebih mudah tercapai. Proyeksi Akhmad, pendapatan WSKT tahun ini bisa mencapai Rp 36,147 triliun dengan laba bersih di kisaran Rp 1,94 triliun. Artinya perusahaan pelat merah ini tinggal menggejar 56,09% untuk mencapai target pendapatan dan 30,1% untuk laba.


Walau berhasil mencetak kinerja fantastis, namun Analis Mirae Asset Sekuritas Franky Rivan masih melihat arus kas perusahaan tetap negatif. Menurutnya, walaupun arus kas semester I-2017 yang diperoleh dari pelanggan meningkat mencapai 224% dan arus kas ke pemasok menurun 36% dibanding tahun tahun lalu, tetapi arus kas operasi perusahaan masih tetap besar. "Kalau masih merah, artinya pemerintah bayarnya lambat, jadi susah pengakuan pendapatannya," papar dia, Kamis (27/7).

Memang, selama ini kontrak WSKT mayoritas datang dari pemerintah. Nah, jika proses pencairan dana pemerintah lebih cepat, maka arus kas yang masuk ke perusahaan juga lebih kencang dan membuat pendapatan WSKT melesat lebih tinggi.

Lambatnya pencairan dana dari pemerintah sempat menghambat pengerjaan beberapa proyek. Pada Juni lalu, WSKT sempat mencairkan dana talangan sebesar Rp 60,81 miliar untuk pembebasan lahan ruas jalan tol Terbanggi Besar-Pematang Panggang-Kayu Agung. Sebelumnya, pada 27 Februari 2017, perusahaan ini juga telah mencairkan dana talangan untuk proyek serupa.

Target kontrak baru

Selain kinerja arus kas yang masih melempem, pencapaian kontrak baru perusahaan pun tak setinggi kinerjanya. Dalam enam bulan pertama di 2017, kontrak baru yang diperoleh WSKT baru sebesar Rp 32,5 triliun. Angka ini anjlok 23,7% ketimbang perolehan di semester I-2016.

Editor: Dupla Kartini