KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indonesia sedang memasuki babak baru dalam pengelolaan sampah. Lewat program Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL), pemerintah mulai membangun fasilitas yang mengubah sampah perkotaan menjadi sumber energi. Maklum, menilik data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) menunjukkan, dari 278 kabupaten/kota yang melaporkan data pada 2025, timbulan sampah mencapai 29,2 juta ton per tahun. Namun, sampah yang tercatat terkelola baru 32,9%, sedangkan 67,1% atau sekitar 19,6 juta ton masih belum terkelola. Sejumlah program PSEL dari Danantara memasuki tahap pembangunan. PSEL Denpasar Raya, Kota Bekasi dan Bogor Raya menjadi tiga proyek gelombang pertama yang telah masuk tahap pembangunan sekaligus ditetapkan sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN).
Proyek PSEL Danantara Berjalan, Pengelolaan Sampah Indonesia Memasuki Babak Baru
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indonesia sedang memasuki babak baru dalam pengelolaan sampah. Lewat program Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL), pemerintah mulai membangun fasilitas yang mengubah sampah perkotaan menjadi sumber energi. Maklum, menilik data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) menunjukkan, dari 278 kabupaten/kota yang melaporkan data pada 2025, timbulan sampah mencapai 29,2 juta ton per tahun. Namun, sampah yang tercatat terkelola baru 32,9%, sedangkan 67,1% atau sekitar 19,6 juta ton masih belum terkelola. Sejumlah program PSEL dari Danantara memasuki tahap pembangunan. PSEL Denpasar Raya, Kota Bekasi dan Bogor Raya menjadi tiga proyek gelombang pertama yang telah masuk tahap pembangunan sekaligus ditetapkan sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN).