JAKARTA. Dua proyek infrastruktur gas berupa liquefied natural gas (LNG) receiving terminal milik PT Pertamina belum jua mendapat kepastian sumber LNG dari pemerintah. Kedua proyek itu adalah, LNG receiving terminal terapung atau floating storage and regasification unit/FSRU) di Jawa Tengah dan LNG receiving terminal Arun di Nanggroe Aceh Darussalam (NAD). Nanang Untung, Senior Vice President Gas Pertamina mengatakan, kedua proyek yang dikerjakan paralel itu hingga kini belum mendapat kepastian gas. Padahal FRSU Jawa Tengah sudah memasuki tahap tender pengadaan kapal terapung. "Gasnya masih kami minta ke pemerintah," ujar Nanang kepada wartawan di Jakarta, Kamis (19/1). Nanang menyebutkan, pasokan LNG FSRU Jawa Tengah diharapkan datang dari LNG dari Bontang, Kalimantan Timur. Volume LNG yang dibutuhkan 140 juta kaki kubik per hari (MMSCFD) atau setara dengan 1,5 juta metrik ton per tahun dari kapasitas tampung 3 juta ton.
Proyek receiving terminal LNG Pertamina belum mendapat gas
JAKARTA. Dua proyek infrastruktur gas berupa liquefied natural gas (LNG) receiving terminal milik PT Pertamina belum jua mendapat kepastian sumber LNG dari pemerintah. Kedua proyek itu adalah, LNG receiving terminal terapung atau floating storage and regasification unit/FSRU) di Jawa Tengah dan LNG receiving terminal Arun di Nanggroe Aceh Darussalam (NAD). Nanang Untung, Senior Vice President Gas Pertamina mengatakan, kedua proyek yang dikerjakan paralel itu hingga kini belum mendapat kepastian gas. Padahal FRSU Jawa Tengah sudah memasuki tahap tender pengadaan kapal terapung. "Gasnya masih kami minta ke pemerintah," ujar Nanang kepada wartawan di Jakarta, Kamis (19/1). Nanang menyebutkan, pasokan LNG FSRU Jawa Tengah diharapkan datang dari LNG dari Bontang, Kalimantan Timur. Volume LNG yang dibutuhkan 140 juta kaki kubik per hari (MMSCFD) atau setara dengan 1,5 juta metrik ton per tahun dari kapasitas tampung 3 juta ton.