Proyek senilai US$ 51 miliar siap tender



JAKARTA. Pemerintah telah menyelesaikan rancangan proyek dengan skema kerjasama pemerintah-swasta alias public -private partnership (PPP) hingga 2014. Proyek yang akan segera ditenderkan ini terdiri dari 58 proyek, dengan perkiraan nilai US$ 51,2 miliar. Angka proyek ini berkurang sedikit dari rencana awal yang mencapai US$ 53 miliar dari 79 proyek.

Pemerintah mengklaim, proyek infrastruktur yang ditawarkan kali ini lebih matang. Pemerintah mengaku sudah melakukan evaluasi dan yakin proyek-proyek ini akan memikat investor.

Berkaca dari pengalaman tahun lalu, pemerintah cuma berhasil "menjual" 12 proyek. Itu pun hingga saat ini, realisasinya masih lambat. Padahal, pemerintah berencana bisa menawarkan sedikitnya 50 proyek infrastruktur kepada swasta setiap tahun.


Direktur Kerjasama Pemerintah- Swasta Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas Bastary Pandji Indra mengakui, selama ini, proyek PPP yang ditawarkan pemerintah masih belum banyak menarik minat swasta. Maklum, swasta selalu ingin cepat mendapatkan keuntungan.

Akhirnya, pemerintah sering menggarap sendiri proyek-proyek tersebut. "Selama ini, pembangunan infrastruktur masih bersandar kepada pembiayaan sendiri atau pinjaman luar negeri. Hal ini membuat kita belum terlalu maju dalam kerjasama dengan swasta. Tahun lalu, misalnya, cuma 12 proyek yang bisa ditransaksikan,” kata Bastary, Rabu (25/4).

Dari total 58 proyek yang akan ditawarkan tahun ini, ada 26 proyek senilai US$ 38,19 miliar yang masuk daftar prioritas. Perinciannya, tahun ini akan ditenderkan proyek senilai US$ 5 miliar, tahun depan US$ 5,7 miliar, dan tahun 2014 US$ 29 miliar.

Ada tiga proyek senilai US$ 764 juta yang paling siap ditawarkan tahun ini. Yakni, Proyek Terminal Cruise Tanah Ampo, Karangasem, Bali, senilai US$ 36 juta, jalan tol Medan-Kualanamu, Sumatera Utara senilai US$ 628 juta, dan pengolahan sampah Bandung, Jawa Barat, senilai US$ 100 juta. "Proyek Tanah Ampo dan proyek pengolahan sampah Bandung adalah proyek utama yang akan kami bawa ke Asia Infrastructure Summit 2012 Mei nanti," tandas Bastary.

Untuk membiayai semua proyek itu, pemerintah juga menjajaki pendanaan lain. Misalnya memanfaatkan dana Asean Infrastructure Fund.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Barratut Taqiyyah Rafie