Proyek tol Cikampek–Palimanan terganjal hujan



JAKARTA. PT Nusa Raya Cipta Tbk baru bisa merampungkan 30% dari enam sesi proyek pengerjaan jalan tol Cikampek–Palimanan, hingga Mei 2014 lalu. Perusahaan ini mengakui persentase pengerjaan tersebut termasuk agak lambat lantaran terganjal banjir dan curah hujan.

Sayang, Nusa Raya enggan memerinci pekerjaan bagian mana saja yang sudah diselesaikan. "Pengerjaan tol ini  dilakukan per sesi tapi kami mengerjakan beberapa sesi sekaligus," terang Pricila Endhita, Investor Relation Nusa Raya Cipta kepada KONTAN, beberapa waktu lalu.

Tak cuma terganjal banjir dan curah hujan yang tinggi, Nusa Raya memprediksi pengerjaan proyek juga bakal kembali mengalami perlambatan karena berbarengan dengan pelaksanaan Ramadhan. Pricila bilang sudah jamak jika ada kecenderungan proyek infrastruktur mulai melambat selama masa Ramadan dan Lebaran.


Sementara terkait dengan pembebasan lahan untuk proyek ini, Nusa Raya menyatakan sudah tidak ada masalah lagi. Perusahaan ini mengklaim saat ini telah membebaskan lahan proyek ini hingga 99%. "Jadi saat ini yang harus kami lakukan hanya tinggal merampungkan pekerjaan saja," kata Pricila.

Nusa Raya masih meyakini proyek  tol sepanjang 116 kilometer (km) tersebut bisa rampung pada bulan Agustus tahun depan. Sekadar informasi, jalan tol Cikampek–Palimanan merupakan pengusahaan dari konsorsium patungan Indonesia–Malaysia, yakni  PT Lintas Marga Sedaya milik Sandiaga Uno dan Plus Expressway. Jalan tol ini direncanakan bisa menampung 27.501 kendaraan per hari.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Anastasia Lilin Yuliantina