Proyek Tol Gilimanuk – Mengwi Ditargetkan Mulai Dibangun Kuartal IV-2024



KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menegaskan proyek jalan tol di pulau Bali yakni tol Gilimanuk – Mengwi bakal di mulai jelang akhir tahun 2024.

Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono mengatakan bahwa proyek pembangunan jalan tol Gilimanuk – Mengwi masih dalam proses lelang yang saat ini memasuki tahap pra-kualifikasi (PQ).

 “Bid award-nya (pemenang lelang) September bisa,” ujarnya di Gedung Kementerian PUPR, Jakarta, Kamis (26/4).


Basuki mengungkapkan, proyek ini statusnya sudah beralih yang sebelumnya digagas oleh swasta alias unsolicited menjadi solicited, artinya pemerintah juga turut andil dalam proyek tersebut. Dia bilang, kini proyek tol terpanjang tersebut masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN).

Baca Juga: Kenaikan Suku Bunga BI Kerek Harga Rumah Subsidi? Ini Kata Menteri PUPR

“Bu Menteri Keuangan (Menkeu Sri Mulyani) memberikan saran, nanti investor (baru) tak boleh berafiliasi dengan investor kemarin, salah satunya itu,” ungkap dia.

Sementara itu, Juru Bicara Kementerian PUPR, Endra S. Atmawidjaja menyatakan pihaknya optimis pengerjaan konstruksi jalan tol tersebut bakal di mulai menjelang akhir tahun nanti.

“Kalau menurut saya kuartal III atau kuartal IV, artinya itu kan mulai konstruksi, ini kan sesudah PQ masih banyak tahapannya lagi. Mudah-mudahan di kuartal IV,” terang dia.

Endra menuturkan, untuk memulai konstruksi jalan tol tersebut harus melewati proses audit anggaran oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

Lebih lanjut, Endra menambahkan, Tol Gilimanuk – Mengwi dibangun demi menyeimbangkan pertumbuhan ekonomi di Bali, yang saat ini ekonominya masih terpusat di wilayah selatan.

Baca Juga: Rumah Tapak Jabatan Menteri di IKN Ditargetkan Kelar Juli 2024

“Kalau kita bergerak ke Timur ke Utara itu kan ada Gunung Agung, kita larinya lewat jalur Barat itu yang secara lingkungan lebih visible,” tandasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Anna Suci Perwitasari