Proyek Waste to Energy Hanya Selesaikan 13% Masalah Sampah Indonesia



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Lingkungan Hidup (LH) Hanif Faisol Nurofiq menyebut proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) atau Waste to Energy (WtE) hanya menyelesaikan 13% masalah sampah di Indonesia.

"Kami sudah breakdown melalui berbagai macam metodologi. Jadi kalau yang sekarang ini kita kenal dengan waste to energy, waste to energy itu hanya mampu menyelesaikan 13% dari sampah kita," kata dia dalam Rapat Kerja (Raker) dengan DPR di kawasan Senayan, Jakarta, Senin (26/01/2026).

Dalam paparannya, Hanif Faisol juga menjabarkan bahwa total kebutuhan unit WtE adalah 20-33 unit dengan Capital Expenditure (Capex) kurang lebih Rp 3,1 triliun sehingga total capex yang dikeluarkan untuk proyek WtE mencapai Rp 62 hingga 102,3 triliun.


Baca Juga: DKI Jakarta, Bandung Raya Belum Siap Olah Sampah Jadi Listrik

Disisi lain, selain WtE, Hanif bilang pihaknya akan melakukan beberapa penyelesaian sampah di Indonesia, yang terbagi menjadi langkah berikut:

  1. Pengolahan Organik dari Sumber - 12,4% menyelesaikan masalah sampah
  2. TPS 3R atau Bank Sampah Induk - 19,84% menyelesaikan masalah sampah
  3. TPST RDF - 12,19% menyelesaikan masalah sampah
  4. TPST Non RDF - 33,08 - 41,94% menyelesaikan masalah sampah
  5. Waste to Energy - 13,6% menyelesaikan masalah sampah
"Masih banyak persen lagi yang harus kita tangani bersama, hingga ada beberapa mekanisme teknologi yang kita gunakan pendekatannya," jelasnya.

Dalam jangka waktu satu tahun kedepan, Hanif bilang kementeriannya memerlukan dana Rp 115 triliun yang digunakan untuk membangun fasilitas-fasilitas tersebut dengan biaya operasionalnya hariannya mencapai Rp 34 triliun.

Sebelumnya dalam catatan Kontan, khusus groundbreaking atau peletakan batu pertama proyek WtE atau Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) yang dikelola oleh Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara ditargetkan terlaksana pada Maret 2026.

CEO BPI Danantara Rosan Perkasa Roeslani menyampaikan pihaknya membutuhkan waktu yang cukup singkat untuk mendapatkan nama-nama pemenang dari lelang proyek pengolahan sampah menjadi energi itu.

Baca Juga: Jaga Stabilitas Rupiah, Kemenkeu Siapkan SBN Valas untuk Tampung DHE SDA

"Dulu negosiasinya satu project (PLTSa) 3-4 tahun, baru putus (selesai). Sekarang, kita baru buka (lelang) Desember kemarin, mulai bidik di awal, target kita Maret sudah bisa groundbreaking," ungkap Rosan dalam agenda diskusi bertajuk Peran Danantara Indonesia Mendorong Pertumbuhan Berkualitas di Jakarta, dikutip Senin (19/01/2026).

Menurutnya, program WtE ini sudah ada dari tahun 2014 tetapi tidak berjalan secara optimal. Adapun di Indonesia, hanya ada dua PLTSa yang sudah berjalan, yaitu di Surabaya dan Surakarta.

"Faktor ketidakpastian itu, sehingga kalau kita lihat kan sampah itu sudah sangat banyak, kalau kita lihat minatnya sangat luar biasa, dalam maupun luar negeri," tambah dia.

Selanjutnya: 8 Tontonan Adaptasi Stephen King, Siapkan Mental untuk Cerita Paling Intens

Menarik Dibaca: 8 Tontonan Adaptasi Stephen King, Siapkan Mental untuk Cerita Paling Intens

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News