Proyeksi Harga Batubara pada Kuartal IV-2026 PTBA: Tetap Proporsional



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bukit Asam Tbk (PTBA) menilai dinamika pergerakan Harga Batubara Acuan (HBA) pada kuartal IV-2026 masih akan bergerak dinamis namun tetap berada dalam kisaran yang proporsional. 

Meskipun harga acuan sempat mengalami penurunan moderat di awal Oktober 2026, perusahaan holding MIND ID ini memandang fundamental pasar komoditas energi tersebut diperkirakan tetap solid.

Corporate Secretary PT Bukit Asam Tbk, Eko Prayitno mengatakan, penyesuaian harga di pasar global dinilai sebagai respons wajar atas pergerakan pasokan serta dinamika persediaan energi di negara-negara tujuan ekspor. 


Pihaknya mencermati, permintaan musiman (seasonal demand) menjelang puncak musim dingin di belahan bumi utara bakal menjadi penopang utama kestabilan harga pasar hingga penutup tahun ini.

"PTBA memandang kondisi pasar batubara pada kuartal IV-2026 secara dinamis namun tetap proporsional. Meskipun terjadi konsolidasi dan penurunan moderat pada HBA di awal Oktober 2026 pasca lonjakan harga komoditas global bulan lalu, fundamental pasar batubara secara umum masih cukup solid," ujarnya kepada Kontan.co.id, Senin (5/10/2026).

Baca Juga: BPS: Ekspor Besi, CPO hingga Batubara Naik hingga Juli 2026

Eko menuturkan, rentang harga acuan batubara kalori tinggi yang berada pada kisaran US$ 120 hingga US$ 140 per ton terbilang cukup kondusif bagi industri. Untuk merespons kondisi tersebut, pihaknya menerapkan strategi operasional yang berimbang antara pemenuhan target produksi, optimasi logistik angkutan kereta, dan efisiensi persediaan.

"Pengeluaran stok maupun produksi dilakukan secara terukur berdasarkan komitmen kontrak jangka panjang serta pemenuhan kewajiban kebutuhan pasar dalam negeri (Domestic Market Obligation/DMO)," tuturnya.

Lebih lanjut, Eko menambahkan, memasuki periode akhir tahun, tantangan operasional penambang diperkirakan bergeser dari potensi kekeringan menuju peningkatan curah hujan seiring masuknya musim penghujan. 

Dia bilang, kondisi cuaca tersebut berpotensi memengaruhi kelancaran aktivitas penambangan di pit hingga jalur pengangkutan menuju pelabuhan.

"PTBA terus memperkuat mitigasi risiko operasional melalui efisiensi rantai pasok, optimalisasi penanganan air tambang (water management), serta menjaga fleksibilitas rantai logistik angkutan untuk memastikan keandalan pasokan kepada para pelanggan tetap terjaga dengan baik," pungkasnya.

Baca Juga: Aturan DHE SDA Bakal Rilis, Begini Respons Bukit Asam (PTBA)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News