KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tingkat risiko kredit macet secara agregat atau TWP90 fintech peer to peer (P2P) lending atau pinjaman daring (pindar) melonjak drastis menjadi 4,33% per November 2025. Jika dibandingkan berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), angka TWP90 fintech lending per November 2024 sebesar 2,52% dan posisi Oktober 2025 sebesar 2,76%. Mengenai hal itu, Pengamat sekaligus Direktur Ekonomi Digital Center of Economic and Law Studies (Celios) Nailul Huda menilai ada sejumlah faktor yang menyebabkan angka kredit macet industri fintech lending melonjak drastis. Nailul menerangkan salah satunya dipicu permintaan pembiayaan pada September 2025 dan Oktober 2025 yang mengalami peningkatan cukup masif untuk memenuhi kebutuhan, sehingga potensi gagal bayar juga cukup melonjak. Selain itu, dia berpendapat proporsi pendapatan masyarakat pada November 2025 tampaknya lebih banyak digunakan untuk membeli kebutuhan, bukan untuk membayar utang.
Proyeksi Kredit Macet Pinjol 2026: Membaik Asal Tak Ada Kejadian Luar Biasa
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tingkat risiko kredit macet secara agregat atau TWP90 fintech peer to peer (P2P) lending atau pinjaman daring (pindar) melonjak drastis menjadi 4,33% per November 2025. Jika dibandingkan berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), angka TWP90 fintech lending per November 2024 sebesar 2,52% dan posisi Oktober 2025 sebesar 2,76%. Mengenai hal itu, Pengamat sekaligus Direktur Ekonomi Digital Center of Economic and Law Studies (Celios) Nailul Huda menilai ada sejumlah faktor yang menyebabkan angka kredit macet industri fintech lending melonjak drastis. Nailul menerangkan salah satunya dipicu permintaan pembiayaan pada September 2025 dan Oktober 2025 yang mengalami peningkatan cukup masif untuk memenuhi kebutuhan, sehingga potensi gagal bayar juga cukup melonjak. Selain itu, dia berpendapat proporsi pendapatan masyarakat pada November 2025 tampaknya lebih banyak digunakan untuk membeli kebutuhan, bukan untuk membayar utang.
TAG: