KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kinerja kuat PT Astra International Tbk (
ASII) pada kuartal II 2026 mendorong Indo Premier Sekuritas untuk menaikkan proyeksi laba inti periode 2026–2028. Analis Indo Premier Sekuritas, Aurelia Barus dalam riset 5 Agustus 2026 menyebut penguatan tersebut ditopang kinerja anak usaha otomotif, peningkatan kontribusi joint venture (JV), serta prospek volume penjualan kendaraan roda empat yang lebih baik. Aurelia mengatakan, pihaknya menaikkan estimasi laba bersih inti ASII untuk tahun buku 2026–2028 sebesar 2% hingga 10%. Sejalan dengan revisi tersebut, Indo Premier mempertahankan rekomendasi buy terhadap saham ASII dengan menaikkan target harga menjadi Rp 5.900 per saham berdasarkan metode 12-month forward sum-of-the-parts (SOTP). Sebelumnya Indo Premier memasang target harga ASII di level Rp 5.800 per saham.
Per Rabu (5/8/2026), harga saham ASII ditutup turun 1,95% di level Rp 5.025 per saham.
Baca Juga: Sumi Indo Kabel (IKBI) Tebar Dividen Tunai Rp 54,23 Miliar, Potensi Yield Capai 7,45% Aurelia menjelaskan, peningkatan proyeksi terutama berasal dari revisi kinerja segmen otomotif, khususnya PT Astra Daihatsu Motor (ADM), kontribusi PT Astra Otoparts Tbk (AUTO), serta peningkatan perkiraan penjualan kendaraan roda empat. Pasca laporan kinerja, manajemen ASII menyampaikan bahwa kuatnya margin ADM pada semester I 2026 didorong oleh peningkatan volume ekspor, sementara pelemahan nilai tukar rupiah belum memberikan dampak signifikan terhadap biaya. Namun, manajemen ASII memperkirakan margin ADM akan mengalami normalisasi pada semester II 2026 akibat kenaikan biaya material yang secara bertahap mulai tercermin melalui penyesuaian harga jual. Indo Premier menaikkan estimasi margin ADM tahun 2026 menjadi 6%, dari sebelumnya 5%, meskipun masih lebih rendah dibandingkan margin semester I 2026 yang mencapai 6,3%. Revisi tersebut membuat proyeksi laba ADM tahun 2026 meningkat sebesar 19%. Selain ADM, peningkatan kontribusi dari bisnis otomotif lainnya juga menjadi faktor pendorong revisi laba ASII. Aurelia mencatat, pendapatan dari perusahaan joint venture meningkat kuat pada semester I 2026 berkat kenaikan volume dari model-model baru yang diluncurkan pada paruh kedua 2025.
Baca Juga: Laba Kalbe Farma (KLBF) Turun Tipis di Semester I-2026, Cek Rekomendasi Sahamnya Manajemen ASII memperkirakan pertumbuhan pendapatan JV masih akan berlanjut pada semester II 2026, meskipun tidak setinggi pertumbuhan 32% secara tahunan yang tercatat pada semester I 2026. Indo Premier kini memperkirakan pendapatan JV akan tumbuh 20% secara tahunan pada 2026, meningkat dari proyeksi sebelumnya sebesar 7%. Perubahan tersebut mendorong kenaikan estimasi laba inti PT Astra Otoparts Tbk (AUTO) sebesar 7% dan memberikan tambahan kontribusi sekitar 1% terhadap estimasi laba inti ASII. Untuk periode berikutnya, pertumbuhan diperkirakan kembali normal dengan proyeksi kenaikan sekitar 5% pada 2027 dan 11% pada 2028. Indo Premier juga menaikkan perkiraan penjualan kendaraan roda empat (4W) ASII setelah manajemen memperkirakan penjualan nasional 2026 dapat melampaui 850.000 unit, lebih tinggi dibandingkan target Gaikindo sebesar 820.000 unit. Aurelia kini memperkirakan volume wholesale kendaraan roda empat nasional mencapai 900.000 unit pada 2026, atau tumbuh sekitar 12% secara tahunan, dengan asumsi pangsa pasar ASII tetap berada di kisaran 50%. Pertumbuhan tersebut diperkirakan ditopang oleh permintaan kendaraan komersial serta perkembangan kendaraan elektrifikasi (xEV). Sementara itu, proyeksi penjualan kendaraan roda dua (2W) tetap dipertahankan pada 6,6 juta unit, tumbuh sekitar 3% secara tahunan, sejalan dengan kisaran panduan Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) dan ASII sebesar 6,4 juta–6,7 juta unit.
Baca Juga: IHSG Berpeluang Menguat pada Kamis (6/8), Ini Kata Analis Selain segmen otomotif, Aurelia juga meningkatkan proyeksi laba beberapa anak usaha ASII. Estimasi laba inti PT United Tractors Tbk (UNTR) untuk periode 2026–2028 dinaikkan sebesar 4% hingga 53%, terutama karena peningkatan volume. Sementara itu, proyeksi laba inti PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) juga dinaikkan sebesar 3% hingga 8%, didorong oleh biaya yang lebih rendah serta penurunan beban pajak. Adapun proyeksi bisnis jasa keuangan ASII tidak mengalami perubahan. Indo Premier menilai pertumbuhan kredit masih cukup kuat dengan tingkat kredit bermasalah atau non-performing financing (NPF) yang tetap terkendali, yakni di bawah 1% untuk kendaraan roda empat dan di bawah 2% untuk kendaraan roda dua, lebih baik dibandingkan rata-rata industri. Dengan berbagai revisi tersebut, Indo Premier tetap mempertahankan pandangan positif terhadap ASII. Aurelia menyebut rencana perseroan untuk menghitung dividend payout obligation (DPO) berdasarkan laba inti, dengan mengecualikan pos tidak berulang, berpotensi menjaga prospek dividend yield ASII tetap stabil.
Hitungan Aurelia semula, pendapatan dan laba bersih ASII di tahun 2026 akan mencapai Rp 316,78 triliun dan Rp 27,73 triliun. Namun target pendapatan dan laba bersih ASII direvisi naik menjadi Rp 329,72 triliun dan Rp 30,42 triliun. Di tahun depan yakni 2027 pendapatan ASII diperkirakan mencapai Rp 347,43 triliun dan laba bersih Rp 32,48 triliun. Angka tersebut lebih baik dari asumsi semula dengan pendapatan sebesar Rp 332,18 triliun dan laba bersih Rp 31,31 triliun.
Baca Juga: Ditopang Data PDB, Rupiah Berpeluang Menguat di Rp 17.900 per Dolar Kamis (6/8) Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News