Proyeksi Pendapatan AMD Lampaui Ekspektasi, Saham Justru Anjlok 9%



KONTAN.CO.ID - Advanced Micro Devices (AMD) memperkirakan pendapatan kuartal ketiga 2026 akan melampaui ekspektasi analis, didorong tingginya permintaan chip untuk pusat data (data center) yang menopang perkembangan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).

Namun, prospek tersebut belum mampu memuaskan investor sehingga saham perusahaan justru anjlok hampir 9% dalam perdagangan setelah penutupan bursa.

Baca Juga: Pengangguran Selandia Baru Naik ke Level Tertinggi dalam Satu Dekade


Mengutip Reuters, Selasa (4/8/2026), AMD memperkirakan pendapatan kuartal III sekitar US$ 13 miliar, dengan toleransi sekitar US$ 300 juta. Proyeksi tersebut lebih tinggi dibandingkan estimasi analis yang dihimpun LSEG sebesar US$ 12,52 miliar.

Perusahaan juga memperkirakan margin laba kotor (gross margin) yang disesuaikan berada di kisaran 56%, sejalan dengan perkiraan pasar.

Meski prospek tersebut positif, investor mengharapkan panduan yang lebih kuat setelah harga saham AMD telah melonjak lebih dari dua kali lipat sepanjang tahun ini berkat optimisme terhadap pertumbuhan industri AI.

"AMD kini berada dalam posisi yang mirip dengan Nvidia dan para hyperscaler, di mana investor mencari bukti bahwa investasi besar-besaran pada infrastruktur AI benar-benar akan menghasilkan pertumbuhan keuntungan yang semakin cepat," kata analis Emarketer, Jacob Bourne.

Baca Juga: Siap Negosiasi, Mohamed Salah Bakal Berlabuh di Trabzonspor?

AMD yang berbasis di Santa Clara, California, dipandang sebagai pesaing utama Nvidia di pasar graphics processing unit (GPU). Permintaan terhadap chip AI terus meningkat seiring perusahaan teknologi besar dan pemerintah di berbagai negara memperluas investasi pada infrastruktur AI.

CEO AMD Lisa Su mengatakan penjualan segmen data center diperkirakan akan meningkat lebih dari dua kali lipat pada 2027.

Perusahaan juga menargetkan pertumbuhan pendapatan tahunan di atas target sebelumnya yang mencapai lebih dari 35%, serta laba tahunan di atas US$ 20 per saham, sebagaimana dipaparkan dalam acara analyst day 2025.

Prospek tersebut menunjukkan bahwa strategi AMD untuk menantang dominasi Nvidia di pasar chip AI mulai membuahkan hasil, terutama melalui peningkatan penjualan prosesor untuk pusat data.

Pada kuartal II 2026, pendapatan segmen data center AMD melonjak lebih dari dua kali lipat menjadi US$ 6,72 miliar, melampaui ekspektasi analis sebesar US$ 6,48 miliar. Angka tersebut juga meningkat 16,3% dibandingkan kuartal sebelumnya yang sebesar US$ 5,78 miliar.

Secara keseluruhan, pendapatan AMD pada kuartal II naik 50% menjadi US$ 11,54 miliar, lebih tinggi dibandingkan estimasi pasar sebesar US$ 11,28 miliar. Laba per saham yang disesuaikan mencapai US$ 1,66, melampaui perkiraan analis sebesar US$ 1,62.

Baca Juga: AS Siapkan Tarif dan Harga Minimum Polysilicon, Tekan Dominasi China di Industri Chip

Perluas portofolio AI

AMD terus memperluas portofolio produk AI dengan tidak hanya menjual chip secara terpisah, tetapi juga menawarkan sistem AI terintegrasi yang menggabungkan prosesor, perangkat jaringan, dan perangkat keras pendukung lainnya.

Strategi tersebut memungkinkan AMD bersaing lebih langsung dengan produk rack-scale milik Nvidia. Pada Maret lalu, Nvidia memperkenalkan prosesor Vera yang dipadukan dengan GPU generasi terbaru Rubin.

Lisa Su mengatakan platform AI rack-scale AMD yang akan diluncurkan pada 2027 akan menggabungkan GPU MI500, CPU Verano, serta teknologi jaringan Pensando dalam satu sistem yang mendukung konektivitas berbasis tembaga maupun optik.

Selain GPU, AMD juga menikmati peningkatan permintaan terhadap central processing unit (CPU) yang digunakan bersama GPU dalam server AI, terutama untuk proses inference, yakni pemrosesan data ketika pengguna mengajukan pertanyaan kepada chatbot atau aplikasi AI lainnya.

Peningkatan permintaan tersebut turut membantu AMD merebut pangsa pasar dari Intel, yang juga telah meningkatkan belanja investasinya dalam dua tahun ke depan guna memanfaatkan ledakan permintaan infrastruktur AI.

Baca Juga: Gaji Guru Singapura Naik 9%, Bandingkan dengan Gaji Guru PNS & PPPK Indonesia

Pada acara AI AMD pada Juli lalu, Lisa Su menyampaikan bahwa server AI generasi kedua Helios, yang menggunakan akselerator AI MI455X dan prosesor Venice buatan TSMC, telah memasuki produksi massal dan akan mulai dikirim dalam beberapa bulan mendatang.

AMD juga terus memperluas kerja sama strategis. Pada Juli, perusahaan menandatangani kesepakatan dengan Anthropic untuk memasok server AI senilai puluhan miliar dolar AS yang menggunakan chip MI450 mulai awal 2027.

AMD juga berkomitmen menginvestasikan hingga US$ 5 miliar di perusahaan pengembang Claude tersebut, dengan syarat target implementasi tertentu dapat dipenuhi.

Selain itu, AMD memperoleh kapasitas pusat data hingga 2,5 gigawatt (GW) melalui kerja sama dengan Core Scientific, sekaligus memperoleh waran untuk membeli saham perusahaan tersebut.