Proyeksi Rupiah, Selasa (7/7): Masih Loyo, Berpotensi Melemah Menuju Rp 18.050



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Nilai tukar rupiah ditutup melemah 0,18% ke level Rp 17.995 per dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Senin (6/7/2026).

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah di pasar spot ditutup melemah 0,18% ke level Rp 17.995 per dolar AS pada Senin (6/7/2026), dari posisi penutupan di Jumat (3/7/2026) di Rp 17.963 per dolar AS.

Pelemahan rupiah juga tercermin pada kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia yang turun 0,22% menjadi Rp 17.999 per dolar AS dari sebelumnya Rp 17.960 per dolar AS.


Baca Juga: IHSG Berpeluang Lanjut Menguat pada Selasa (7/7), Cermati Sentimen Ini

Pengamat mata uang, Ibrahim Assuaibi bilang, tensi geopolitik yang terus memanas antara Rusia dan Ukraina menjelang pertemuan KTT NATO di Turki menjadi sentimen penggerak rupiah hari Senin (6/7).

"Selain itu, meskipun pasokan fisik terus pulih, risiko geopolitik di sekitar Selat Hormuz tetap menjadi fokus utama. Para pedagang mempertimbangkan sinyal yang saling bertentangan dari Washington dan Teheran mengenai keamanan dan tata kelola jalur air strategis di masa depan setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan Iran telah menyetujui "hampir semua yang kita butuhkan," ujar Ibrahim kepada Kontan, Senin (6/7/2026).

Dari sisi internal, pasar merespons negatif setelah Fitch Ratings dalam laporan terbarunya memberikan pandangan mendalam mengenai rapuhnya kondisi ekonomi makro Indonesia.

"Pasar juga gelisah setelah neraca perdagangan Indonesia kembali mencatat defisit. Badan Pusat Statistik (BPS) sebelumnya mencatat neraca perdagangan Indonesia mengalami defisit US$1,61 miliar pada Mei 2026, sekaligus mengakhiri tren surplus selama 72 bulan beruntun," Ujarnya.

Sementara itu, Direktur Utama PT Doo Financial Futures Ariston Tjendra bilang, beberapa indikator ekonomi Indonesia yang baru dirilis menjadi penekan rupiah.

"Seperti defisit neraca perdagangan dan PMI manufaktur yang kontraksi. Sementara dari AS, ekspektasi kenaikan suku bunga acuan AS menjadi penekan rupiah terhadap USD,"ujarnya.

Ibrahim memproyeksikan, rupiah pada Selasa (7/72026) di Rp 17.990–Rp 18.050 per dolar AS. Sedangkan Lukman memprediksi rupiah di Rp 17.900–Rp 18.050.

Baca Juga: Dibayangi Sentimen Kebijakan Ekspor Satu Pintu, Simak Rekomendasi Saham ITMG

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News