Prudential Indonesia Catat Rekor Premi Bancassurance Rp 4,4 Triliun Naik 155%



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) mencatatkan kinerja positif di lini bisnis bancassurance.

Chief Financial Officer Prudential Indonesia Adit Trivedi mengatakan Prudential Indonesia memperoleh premi dari kanal bancassurance sebesar Rp 4,4 triliun pada semester I-2026.

"Nilainya meningkat 155%, jika dibandingkan periode sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp 1,7 triliun," ungkapnya kepada Kontan, Senin (21/9/2026).


Adit menerangkan pencapaian itu sekaligus menandai rekor kinerja semester pertama pada kanal bancassurance Prudential Indonesia. Ia bilang peningkatan tersebut juga menunjukkan bahwa bancassurance makin relevan sebagai kanal yang mampu memenuhi kebutuhan nasabah dan perencanaan keuangan jangka panjang yang tepercaya.

Baca Juga: AAUI: Peluang Pertumbuhan Asuransi Engineering Masih Terbuka hingga Akhir 2026

Selain itu, Adit mengungkapkan hasil itu juga menunjukkan nilai dari kemitraan jangka panjang perusahaan dengan institusi perbankan terkemuka, serta fokus Prudential Indonesia dalam menghadirkan solusi yang relevan dengan kebutuhan nasabah yang terus berkembang.

Menurut Adit, kanal bancassurance terus memainkan peran penting dalam industri asuransi jiwa Indonesia, karena mampu menggabungkan solusi perlindungan dan perencanaan keuangan dalam ekosistem yang telah dipercaya dan digunakan nasabah untuk kebutuhan finansial sehari-hari. 

Melalui hubungan yang telah terjalin dengan perbankan, ia bilang nasabah dapat mengakses solusi perlindungan secara lebih mudah, sekaligus mendiskusikan tujuan keuangan mereka secara menyeluruh.

Untuk Prudential Indonesia, Adit melihat kebutuhan nasabah terus berkembang, khususnya di segmen affluent dan high-net-worth (HNW). Selain perlindungan, ia menyebut makin banyak nasabah yang mencari solusi untuk mendukung diversifikasi portofolio, pelestarian aset, dan perencanaan warisan bagi generasi berikutnya. 

Baca Juga: OJK Buka Peluang Dana Pensiun Investasi di Luar Negeri, Ini Respons Dapen BTN

"Seiring makin holistiknya pendekatan perencanaan keuangan, nasabah makin menghargai solusi yang dapat membantu melindungi keluarga, sekaligus membangun dan menjaga aset mereka untuk masa depan," tuturnya.

Adit juga mengamati bahwa minat terhadap solusi keuangan berbasis dolar Amerika Serikat (AS) meningkat, khususnya di kalangan nasabah affluent. Tren itu didorong oleh gaya hidup yang makin global dan aspirasi keuangan nasabah, mulai dari perencanaan pendidikan di luar negeri, eksposur ke bisnis internasional, kepemilikan aset lintas negara, hingga kebutuhan pelestarian aset jangka panjang. 

Bagi banyak nasabah di segmen tersebut, Adit menyampaikan diversifikasi pada berbagai kelas aset dan mata uang menjadi bagian penting dari strategi perencanaan keuangan mereka. Dalam konteks tersebut, ia menyebut kanal bancassurance memiliki posisi yang sangat relevan, karena mampu menghadirkan perlindungan, perencanaan keuangan, serta keamanan finansial jangka panjang dalam pengalaman yang terintegrasi dan berpusat pada kebutuhan nasabah.

Sebagai informasi, data Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mencatat, premi kanal bancassurance tumbuh 17,9% secara tahunan, dengan nilai sebesar Rp 41,58 triliun pada semester I-2026. Kanal tersebut berkontribusi 43,8% terhadap total pendapatan premi asuransi jiwa.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News