Prudential Indonesia Kelola Aset Rp 64,3 Triliun pada 2025



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) mencatat total aset sebesar Rp 64,3 triliun pada 2025. Nilai tersebut meningkat sekitar 11% dibandingkan posisi tahun sebelumnya yang sebesar Rp 58 triliun.

Sejalan dengan itu, total aset investasi termasuk produk asuransi yang dikaitkan dengan investasi (PAYDI) mencapai sebanyak Rp 54,5 triliun pada 2025 atau tumbuh 6% secara tahunan.

Menurut Chief Financial Officer Prudential Indonesia, Adit Trivedi, peningkatan aset investasi menunjukkan kepercayaan nasabah yang masih terjaga terhadap produk dan solusi investasi Prudential Indonesia.


Baca Juga: Prudential Indonesia Catat Pertumbuhan Premi Produk Tradisional 16% pada 2025

“Kami memiliki berbagai pilihan dana investasi. Ada unitlink, dana pendapatan tetap, dana global offshore, dan dana investasi di Indonesia. Dalam menentukan investasi, kami fokus pada fundamental yang kuat," ujarnya saat ditemui usai konferensi pers Prudential Indonesia di Jakarta, Rabu (3/6/2026).

Adit mengatakan Prudential Indonesia mengedepankan strategi investasi jangka panjang dalam mengelola dana nasabah. Di tengah fluktuasi pasar yang masih terjadi, perusahaan juga mendorong nasabah untuk melakukan diversifikasi portofolio guna menjaga kinerja investasi dalam jangka panjang.

“Fokus investasi kami adalah jangka panjang. Dalam jangka pendek tentu ada volatilitas pasar, karena itu kami mendorong nasabah memiliki portofolio yang terdiversifikasi agar lebih baik untuk jangka panjang,” tambahnya.

Baca Juga: Prudential Indonesia Kantongi Premi Rp 21,1 Triliun, Produk Tradisional Tumbuh 16%

Selain mencatat pertumbuhan aset, Prudential Indonesia juga mempertahankan tingkat solvabilitas atau risk based capital (RBC) sebesar 466% pada 2025. Angka tersebut jauh di atas ketentuan minimum yang ditetapkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebesar 120%.

Adapun sepanjang 2025, Prudential Indonesia membukukan pendapatan premi sebesar Rp 21,1 triliun. Dari jumlah tersebut, produk asuransi yang dikaitkan dengan investasi (PAYDI) atau unitlink berkontribusi sebesar 72%, sedangkan produk tradisional menyumbang 28% dari total premi perusahaan.

Baca Juga: Prudential Indonesia Bukukan Laba Rp 2,4 Triliun, Tumbuh 44% pada 2025

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News