Prudential Indonesia Sebut Minat Produk Unitlink Mulai Membaik



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) melihat tren permintaan produk asuransi yang dikaitkan dengan investasi atau unitlink mulai menunjukkan stabilisasi pada tahun ini, setelah sempat mengalami tekanan pada tahun lalu.

Vice President Director Prudential Indonesia, Vikas Sinha mengatakan, membaiknya tren permintaan unitlink ditopang oleh meningkatnya pemahaman nasabah terhadap risiko dan karakteristik produk yang mengandung unsur investasi.

“Meskipun tahun lalu penjualan unitlink di industri terkoreksi 8,2%, produk unitlink di Prudential Indonesia tetap diminati oleh nasabah yang memiliki literasi investasi dan menginginkan solusi perlindungan yang terintegrasi dengan investasi,” ujarnya kepada Kontan, Jumat (1/5/2026).


Baca Juga: BCA Sediakan Program KPR Subsidi Bunga Tetap 5%

Di sisi lain, Prudential Indonesia juga mencermati adanya pergeseran preferensi sebagian nasabah ke produk asuransi tradisional yang dinilai lebih sederhana dan mudah dipahami.

"Namun demikian, kami memandang produk unitlink dan produk tradisional bersifat saling melengkapi dalam menjawab kebutuhan nasabah yang beragam di setiap tahapan kehidupan," lanjutnya.

Ke depan, Prudential Indonesia menyatakan akan tetap menerapkan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaan produk asuransi yang dikaitkan dengan investasi (PAYDI).

Perusahaan asuransi jiwa ini menyatakan juga akan menyesuaikan produk dengan profil risiko serta tujuan keuangan nasabah agar kinerja unitlink tetap terjaga di tengah dinamika pasar.

Untuk mendorong penjualan unitlink, Prudential Indonesia berupaya memperkuat edukasi kepada nasabah agar pemilihan produk lebih sesuai dengan profil risiko dan kebutuhan finansial masing-masing.

Baca Juga: MSIG Indonesia Terapkan Sejumlah Strategi Ini Dorong Kinerja Asuransi Perjalanan

Selain itu, perusahaan juga akan mengoptimalkan seluruh kanal distribusi, baik melalui jalur keagenan maupun bancassurance guna memperluas jangkauan pemasaran dan memperkuat peran edukatif tenaga pemasar dalam menjelaskan manfaat serta risiko produk unitlink secara transparan.

Sayangnya, perusahaan tak merinci besaran nilai premi produk unitlink. Namun, jika melansir laporan keuangan Prudential Indonesia per Maret 2026, total pendapatan premi tercatat mencapai senilai Rp 5,48 triliun. Angka ini meningkat jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 5,07 triliun.

Adapun secara industri, data terakhir Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat pendapatan premi unitlink mencapai Rp 7,89 triliun per Februari 2026. Nilainya tumbuh sebesar 5,17% secara tahunan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News