Prudential Nilai Peran Agen Asuransi Tetap Penting Meski Meningkatnya Layanan Digital



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Prudential Life Insurance (Prudential Indonesia) menilai peran agen atau Mitra Bisnis Agency tidak bisa digantikan layanan asuransi berbasis teknologi digital.

Chief Officer Prudential Indonesia, Rusli Chan menyebut agen berperan memberi edukasi terkait pentingnya proteksi dan detail produk kepada calon nasabah.

"Produk asuransi masih perlu untuk dijelaskan karena calon nasabah biasanya mau bertanya mengenai cara klaim maupun elemen teknis lainnya," ujarnya kepada Kontan, Selasa (21/4/2026).


Baca Juga: Antisipasi Pelemahan Rupiah, Ini Strategi Great Eastern General Insurance (GEGI)

Meski begitu, Rusli menegaskan kanal agen dan digital berperan saling melengkapi. Hal ini sejalan dengan tren informasi online yang dinilai bisa memengaruhi keputusan pembelian offline sehingga strategi omnichannel digunakan untuk mengarahkan calon nasabah dari riset digital ke pembelian offline melalui kantor atau tenaga pemasaran.

Selain itu, layanan digital juga digunakan untuk membantu para agen dalam kegiatan pemasaran dan penjualan produk. Selain itu, para agen juga bisa menggunakan teknologi digital untuk membuat laporan secara real-time serta efisiensi dalam proses pengajuan, persetujuan, dan pengiriman polis.

Lebih lanjut, Rusli menekankan bahwa kekuatan utama agen terletak pada kemampuan membangun hubungan jangka panjang dengan nasabah. Agen memiliki peran untuk analisis kebutuhan nasabah, membantu pengambilan keputusan, hingga mendampingi proses klaim.

Long term relationship merupakan kunci yang tidak tergantikan dengan teknologi saat ini dan kecanggihan teknologi berperan sebagai penunjang,” tuturnya.

Di samping itu, industri juga masih dihadapkan pada tantangan rendahnya literasi dan penetrasi asuransi sehingga banyak masyarakat yang masih memandang asuransi sebagai beban biaya, bukan sebagai kebutuhan perlindungan.

Untuk itu, Prudential mendorong Mitra Bisnis Agency agar tidak sekadar berperan sebagai tenaga penjual, tetapi penasihat keuangan yang bisa memberi solusi sesuai kondisi nasabah.

Perusahaan juga berupaya memperkuat kualitas agen melalui seleksi yang lebih ketat, pelatihan berkelanjutan, serta investasi pada teknologi. Agen juga dibekali aplikasi seperti PRUForce untuk membuat ilustrasi produk yang lebih personal dan mempercepat proses penerbitan polis.

Selain itu, layanan digital PRUService turut dikembangkan untuk memudahkan nasabah bertransaksi dan melakukan klaim secara mandiri.

Prudential menegaskan bahwa fokus utama bukan hanya pada penambahan jumlah agen, melainkan peningkatan kualitas dan profesionalisme. Dengan strategi tersebut, agen diharapkan tetap menjadi garda terdepan dalam mengedukasi masyarakat serta mendorong pertumbuhan bisnis asuransi secara berkelanjutan.

Baca Juga: Dorong Pertumbuhan, Prudential Syariah Akan Terus Perkuat Inovasi

Adapun sebagai informasi, berdasarkan laporan keuangan perusahaan (unaudited), Prudential Indonesia mencatatkan jumlah pendapatan premi neto sebesar Rp5,3 triliun pada Maret 2026 atau naik dari periode Maret 2025 dengan nilai Rp4,6 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News