KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperkirakan fenomena inflasi medis masih menjadi salah satu tantangan utama bagi industri asuransi kesehatan pada tahun ini. Terkait hal itu, PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) menerapkan sejumlah upaya dalam mengantisipasi fenomena inflasi medis. Chief Health Officer Prudential Indonesia Yosie William Iroth menyampaikan pihaknya melakukan studi baik secara regional mengenai fenomena inflasi medis. Selain studi, Prudential Indonesia juga melakukan penguatan kerja sama dengan rumah sakit mengenai pengendalian kualitas dan tarif layanan kesehatan. "Kami negosiasi dengan rumah sakit, kalau kerja sama dengan Prudential, ada kualitas dan tarif yang harus dijaga. Sebab, tarif itu bukan untuk Prudential, melainkan akan kembali kepada nasabah supaya klaimnya bisa direm, sehingga tidak setinggi inflasi medis. Kami berharap seperti itu," ungkapnya saat ditemui di kawasan Jakarta Selatan, Kamis (21/5).
Prudential Siapkan Strategi Tekan Dampak Inflasi Medis pada Asuransi Kesehatan
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperkirakan fenomena inflasi medis masih menjadi salah satu tantangan utama bagi industri asuransi kesehatan pada tahun ini. Terkait hal itu, PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) menerapkan sejumlah upaya dalam mengantisipasi fenomena inflasi medis. Chief Health Officer Prudential Indonesia Yosie William Iroth menyampaikan pihaknya melakukan studi baik secara regional mengenai fenomena inflasi medis. Selain studi, Prudential Indonesia juga melakukan penguatan kerja sama dengan rumah sakit mengenai pengendalian kualitas dan tarif layanan kesehatan. "Kami negosiasi dengan rumah sakit, kalau kerja sama dengan Prudential, ada kualitas dan tarif yang harus dijaga. Sebab, tarif itu bukan untuk Prudential, melainkan akan kembali kepada nasabah supaya klaimnya bisa direm, sehingga tidak setinggi inflasi medis. Kami berharap seperti itu," ungkapnya saat ditemui di kawasan Jakarta Selatan, Kamis (21/5).