KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Upaya meningkatkan literasi keuangan syariah masih menjadi pekerjaan rumah di Indonesia. Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026 indeks literasi keuangan syariah mencapai 43,07%, sedangkan indeks inklusinya baru 13,24%. Angka tersebut menunjukkan masih adanya kesenjangan antara pemahaman masyarakat terhadap keuangan syariah dan pemanfaatan produk serta layanannya. Kesenjangan juga terlihat jika dibanding dengan sektor keuangan secara keseluruhan. Indeks literasi keuangan nasional mencapai 69,57%, sementara indeks inklusi keuangan berada di level 93,61%. Kondisi tersebut menjadi tantangan bagi industri keuangan syariah untuk terus memperluas edukasi dan meningkatkan pemahaman masyarakat. Prudential Syariah salah satu terus melakukan berbagai upaya mendorong peningkatan literasi keuangan syariah sejalan dengan agenda Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Prudential Syariah Libatkan Mahasiswa Dorong Inklusi
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Upaya meningkatkan literasi keuangan syariah masih menjadi pekerjaan rumah di Indonesia. Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026 indeks literasi keuangan syariah mencapai 43,07%, sedangkan indeks inklusinya baru 13,24%. Angka tersebut menunjukkan masih adanya kesenjangan antara pemahaman masyarakat terhadap keuangan syariah dan pemanfaatan produk serta layanannya. Kesenjangan juga terlihat jika dibanding dengan sektor keuangan secara keseluruhan. Indeks literasi keuangan nasional mencapai 69,57%, sementara indeks inklusi keuangan berada di level 93,61%. Kondisi tersebut menjadi tantangan bagi industri keuangan syariah untuk terus memperluas edukasi dan meningkatkan pemahaman masyarakat. Prudential Syariah salah satu terus melakukan berbagai upaya mendorong peningkatan literasi keuangan syariah sejalan dengan agenda Otoritas Jasa Keuangan (OJK).