PSAK 117 Berlaku, Laba Tugu Insurance (TUGU) Tembus Rp 711,06 Miliar



KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk atau Tugu Insurance (TUGU) membukukan laba bersih sebesar Rp 711,06 miliar sepanjang 2025, di tengah implementasi standar akuntansi baru Penerapan Standard Akutansi Keuangan (PSAK) 117 yang mengadopsi IFRS 17.

Seperti diketahui, standar akuntansi baru tersebut mengubah pendekatan pengakuan pendapatan dan beban, sehingga memberikan gambaran yang lebih akurat terhadap profitabilitas perusahaan.

Presiden Direktur Tugu Insurance, Adi Pramana, menjelaskan, kinerja laba ditopang oleh pertumbuhan hasil jasa asuransi yang meningkat 39% secara tahunan (year on year/YoY) menjadi Rp 1,0 triliun. 


Baca Juga: Tugu Insurance Jaga Kinerja Asuransi Kendaraan di Tengah Penurunan Premi Industri

“Kenaikan ini mengindikasikan perbaikan kualitas underwriting serta optimalisasi portofolio bisnis,” ujarnya dalam media gathering di Jakarta, Jumat (10/4/2026).

Di sisi lain, pendapatan jasa asuransi tercatat Rp 9,11 triliun, meningkat sebanyak 22,12% yoy. Adi bilang, kinerja tersebut didukung oleh optimalisasi portofolio pada lini bisnis asuransi fire & properti, offshore, dan aviation.

Sedangkan dari sisi neraca, total aset perusahaan tercatat sebesar Rp 27,71 triliun, sementara total ekuitas mencapai Rp 10,17 triliun dengan risk based capital (RBC) berada di level 410,9%.  Angka tersebut jauh di atas ketentuan minimum regulasi sebesar 120%.

Lebih lanjut, Tugu Insurance menilai risiko yang perlu diwaspadai industri asuransi umum pada 2026 masih serupa dengan tahun sebelumnya, terutama terkait dinamika geopolitik yang menuntut perusahaan lebih adaptif. 

Baca Juga: Pendapatan Premi TUGU Tumbuh Lampaui Industri

Selain faktor tersebut, pergerakan suku bunga juga menjadi risiko yang sulit diprediksi karena dipengaruhi berbagai kejadian tak terduga, seperti insiden kapal yang sempat tertahan di Selat Hormuz. 

Di sisi lain, komposisi portofolio yang kurang tepat juga berpotensi menekan kontribusi premi dari segmen tertentu, sehingga porsi premi yang sebelumnya dominan dapat menyusut dalam periode tertentu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News