PSBB turut membatasi potensi penguatan rupiah



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Rupiah ikut melemah setelah pelaku pasar merespon negatif keputusan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) total kembali. 

Mengutip Bloomberg, rupiah melemah 0,38% ke Rp 14.855 per dolar Amerika Serikat (AS) pada Kamis (10/9). Sementara, kurs tengah Bank Indonesia mencatat rupiah melemah 0,12% ke Rp 14.871 per dolar AS.

Ekonom Bank Mandiri Reny Eka Putri mengatakan, jumlah kasus Covid-19 terutama di Jakarta yang semakin memuncak membuat Anies memutuskan untuk memberlakukan PSBB kembali. Di balik keputusan tersebut, konsekuensi yang harus muncul adalah perbaikan ekonomi akan terancam dan berlangsung lebih lama. Hal itulah yang turut membuat rupiah jadi cenderung tertekan. 


Sementara, faktor eksternal juga masih menekan rupiah. Reny mengatakan dolar AS kembali diburu sebagai aset safe haven di tengah perang dagang AS dan China yang masih berlangsung. "Kondisi yang serba tidak pasti membuat investor cenderung memburu dolar AS sebagai safe haven," kata Reny. 

Baca Juga: Pengetatan PSBB, level stabil rupiah bergeser ke Rp 15.000 per dolar AS

PSBB kembali berjalan pada 14 September mendatang. Namun, Reny memproyeksikan pelaku pasar besok masih akan mencerna efek kebijakan tersebut dengan arah pergerakan yang cenderung menurun untuk rupiah. 

Data ekonomi AS yang dirilis positif juga menambah tekanan pada pergerakan rupiah besok. Reny memproyeksikan rupiah bergerak di rentang Rp 14.780 per dolar AS hingga Rp 14.910 per dolar AS. 

Baca Juga: IHSG anjlok pasca pengumuman PSBB DKI Jakarta jilid I dan II, penyebabnya beda

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Wahyu T.Rahmawati