PSSI Tambah 6 Kapal Baru, Simak Prospek Kinerja dan Sahamnya



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT IMC Pelita Logistik Tbk (PSSI) melakukan program peremajaan armada melalui penambahan enam kapal baru untuk mendukung kegiatan pengangkutan dry bulk dan kebutuhan operasional pelanggan.

Ini mencakup dua kapal tunda (tugboat) dan empat tongkang (barge) yang dibangun di dua galangan kapal di Batam. Masing-masing tongkang memiliki kapasitas angkut lebih dari 10.000 ton.

Direktur IMC Pelita Logistik Basuki Setiogroho menjelaskan sampai dengan 30 September 2026, PSSI dan entitas anak telah mengoperasikan 47 unit armada, di luar enam kapal baru tersebut.


“Peremajaan akan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kondisi pasar, kebutuhan operasional, dan biaya pembangunan kapal,” jelasnya dalam keterbukaan informasi, Senin (5/10/2026).

Baca Juga: Enam Bulan ke Depan, Gerak IHSG Terbatas dan Rupiah Berpotensi Tembus Rp 18.200

Basuki menyampaikan program peremajaan armada merupakan bagian dari upaya manajemen PSSI menjaga armada dalam mendukung kegiatan pengangkutan dry bulk serta memberikan fleksibilitas.

Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta menjelaskan penambahan enam kapal baru oleh PSSI dapat menjadi katalis positif bagi kinerja perusahaan pelayaran ini.

“Terutama dari sisi peningkatan kapasitas, utilisasi armada, efisiensi operasional, dan fleksibilitas dalam memenuhi kebutuhan pelanggan,” jelasnya kepada Kontan, Selasa (6/10).

Nafan bilang dampaknya terhadap kinerja keuangan dalam jangka pendek kemungkinan masih relatif terbatas karena kontribusi pendapatan akan sangat bergantung pada waktu efektif kapal mulai beroperasi hingga volume angkutan yang diperoleh.

“Dengan demikian, penambahan armada lebih berpotensi memberikan kontribusi secara bertahap daripada langsung mendorong lonjakan pendapatan pada kuartal IV-2026,” kata Nafan.

Dalam jangka menengah, menurut Nafan, langkah tersebut cukup strategis karena penambahan armada dapat meningkatkan kapasitas angkut sekaligus memperkuat reliability dan efisiensi operasional PSSI.

 
PSSI Chart by TradingView

“Peremajaan armada juga berpotensi menekan downtime dan biaya pemeliharaan apabila dibandingkan dengan penggunaan kapal yang lebih tua,” tuturnya.

Nafan memproyeksi untuk sisa 2026, masih ada peluang PSSI perbaikan kinerja apabila aktivitas produksi dan distribusi batu bara serta komoditas bulk domestik mengalami peningkatan.

Menurutnya, kenaikan harga batubara dapat menjadi sentimen positif secara tidak langsung karena berpotensi mendorong aktivitas produksi dan pengangkutan pelanggan tambang.

Nafan juga menyoroti upaya PSSI melakukan diversifikasi bisnis ke segmen liquid bulk juga dapat menjadi katalis tambahan dalam jangka menengah dan mengurangi ketergantungan PSSI terhadap angkutan dry bulk.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News