JAKARTA. Produsen trafo lokal PT Bambang Djaja berharap bisnisnya kian kuat sejalan dengan operasional pabrik trafo power baru di Ngoro Industrial Park, Mojokerto, Jawa Timur. Produk trafo power melengkapi produk lawas Bambang, yakni trafo distribusi. Bambang Djaja mengoperasikan pabrik trafo power perdana sejak pertengahan tahun ini. Pabrik seluas 5 hektare (ha) tersebut menelan dana investasi sekitar US$ 30 juta. Pada tahap awal, perusahaan memproduksi 80 unit trafo power bertenaga 275 Kv 200 MVA. Ke depan target volume produksinya sebanyak 120 unit. Pengerjaan satu unit trafo power memakan waktu enam sampai tujuh bulan dengan harga Rp 12 miliar per unit. Bambang Djaja hanya memproduksi trafo power berdasarkan pesanan. Permintaan terbesar datang dari PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) dan sisanya dari perusahaan swasta pengelola gedung.
PT Bambang ingin nyetrum bisnis trafo power
JAKARTA. Produsen trafo lokal PT Bambang Djaja berharap bisnisnya kian kuat sejalan dengan operasional pabrik trafo power baru di Ngoro Industrial Park, Mojokerto, Jawa Timur. Produk trafo power melengkapi produk lawas Bambang, yakni trafo distribusi. Bambang Djaja mengoperasikan pabrik trafo power perdana sejak pertengahan tahun ini. Pabrik seluas 5 hektare (ha) tersebut menelan dana investasi sekitar US$ 30 juta. Pada tahap awal, perusahaan memproduksi 80 unit trafo power bertenaga 275 Kv 200 MVA. Ke depan target volume produksinya sebanyak 120 unit. Pengerjaan satu unit trafo power memakan waktu enam sampai tujuh bulan dengan harga Rp 12 miliar per unit. Bambang Djaja hanya memproduksi trafo power berdasarkan pesanan. Permintaan terbesar datang dari PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) dan sisanya dari perusahaan swasta pengelola gedung.