PT Enero Perkuat Transisi Energi Lewat Bioethanol 99,9%



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Energi Agro Nusantara (Enero) memperkuat dukungan terhadap percepatan transisi energi nasional melalui produksi bioethanol berbahan baku molases (tetes tebu) dengan spesifikasi fuel grade ethanol (FGE) 99,9%. Kualitas ini melampaui standar nasional FGE yang ditetapkan sebesar 99,2%.

Direktur PT Enero Puji Setiyawan mengatakan, produk bioethanol dengan kemurnian tinggi tersebut siap digunakan sebagai bahan campuran bahan bakar minyak (BBM), sejalan dengan arah kebijakan transisi energi pemerintah.

“Kami siap menyambut era transisi energi nasional. Produk bioethanol kami sudah mencapai spesifikasi 99,9% sebagai fuel grade ethanol,” ujar Puji dalam keterangannya, Rabu (21/1/2026).


Puji menjelaskan, pencapaian tersebut ditopang penerapan digitalisasi melalui Distributed Control System (DCS) yang memastikan proses produksi berjalan presisi dan konsisten, mulai dari pengolahan bahan baku hingga produk akhir. Sistem ini meminimalkan deviasi pada setiap tahapan produksi sehingga kualitas FGE tetap terjaga.

Baca Juga: Gandeng Pertamina, Toyota Siap Investasi Pabrik Bioethanol senilai Rp 2,5 Triliun

Selain fokus pada kualitas produk, Enero juga menerapkan prinsip keberlanjutan melalui pengolahan limbah cair (spent waste) menjadi sumber energi baru. SEVP Operation PT Enero Tunjung Ari Wicaksono menyebut, perusahaan memanfaatkan teknologi anaerobic treatment untuk menghasilkan biogas yang digunakan kembali sebagai bahan bakar boiler.

“Inovasi ini tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga meningkatkan efisiensi operasional. Penghematan biaya yang dihasilkan mencapai sekitar Rp 1 miliar per bulan,” ujar Tunjung.

Melalui integrasi teknologi, digitalisasi proses, dan penerapan ekonomi sirkular, Enero optimistis bioethanol dapat menjadi salah satu pilar energi hijau nasional.

Tunjung menambahkan, Enero menjaga keberlanjutan produksi bioethanol melalui sinergi hulu-hilir di bawah PTPN Group untuk menjamin pasokan bahan baku molases. 

Baca Juga: Chemstar (CHEM) Kejar Omzet Rp 200 Miliar, Bidik Bahan Kimia Sektor Energi & Agro

Dengan kapasitas produksi efektif 30 ribu kiloliter per tahun (KLPY) yang dapat ditingkatkan hingga 33.000  KLPY, dia bilang pihaknya siap mendukung mandat pemerintah dalam konversi BBM ke biofuel, dengan catatan ketersediaan bahan baku tercukupi. 

Sementara itu, Direktur Utama PTPN I, Teddy Yunirman Danas, mengapresiasi dan mendukung atas capaian PT. Enero. “ Ini merupakan langkah strategis dalam mengurangi ketergantungan BBM dan meningkatkan kemandirian energi nasional serta mensukseskan program pemerintah.” pungkasnya.

Selanjutnya: Hino Komitmen Perkuat Basis Produksi dan TKDN di Tengah Gempuran Impor Truk China

Menarik Dibaca: Hujan Sangat Deras di Provinsi Ini, Simak Peringatan Dini BMKG Cuaca Besok (22/1)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News