KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Indoboga Makmur Pratama (IBMP) mulai mengintegrasikan tujuh asisten berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) ke dalam sistem operasional merek dessert Sundae Everydae pada kuartal I-2026. Langkah ini menjadi bagian dari strategi perusahaan memperkuat model kemitraan di sektor makanan dan minuman (F&B) berbasis UMKM. Teknologi AI tersebut dikembangkan agar dapat digunakan langsung oleh mitra tanpa memerlukan keahlian teknis khusus. Sistem ini difokuskan untuk meningkatkan efisiensi operasional sekaligus menekan risiko kegagalan usaha melalui pendekatan berbasis data.
Perwakilan manajemen IBMP, Dyah Ayu, mengatakan pemanfaatan AI diarahkan untuk memangkas kesenjangan akses teknologi di tingkat mitra.
“Kami membawa pengalaman bisnis lebih dari satu dekade ke dalam sistem AI agar mitra memiliki panduan operasional dan pemasaran yang terukur,” ujarnya dalam keterangan resmi, Rabu (18/2/2026). Baca Juga: Ekspansi F&B, Indo Boga Sukses (IBOS) Tambah Gerai Kafe Segafredo pada 2026 Tujuh asisten AI itu memiliki fungsi berbeda di sepanjang rantai nilai bisnis. Zavira digunakan untuk analisis kelayakan lokasi usaha. Ana membantu desain visual dan materi branding. Aurell berperan sebagai penyusun konten promosi. Sherly menyusun strategi kampanye pemasaran musiman. Aletta mengelola optimasi belanja iklan digital berbasis return on ad spend (ROAS). Callysta difokuskan pada pengelolaan operasional gerai harian, sedangkan Melody mendukung penjualan melalui kanal marketplace. Pendekatan ini memperlihatkan pergeseran model kemitraan F&B dari sekadar penyedia produk menjadi penyedia sistem bisnis terintegrasi. Dengan dukungan AI, perusahaan menargetkan proses ekspansi mitra dapat dilakukan lebih cepat dan seragam tanpa menambah kompleksitas pendampingan manual.
Baca Juga: Bisnis F&B Cimory: Anak Usaha Baru Jadi Kunci Penguatan Brand! IBMP berdiri sejak 2011 dan mengembangkan Sundae Everydae sebagai salah satu merek dessert berbasis kemitraan. Perusahaan mencatat sejumlah penghargaan industri sejak 2012, termasuk Fastest Growing & Market Leader dan Franchise Startup Awards. Berbasis di Kudus, jaringan bisnis IBMP kini berkembang secara nasional. Implementasi AI pada 2026 menjadi bagian dari strategi menjaga daya saing di tengah ketatnya persaingan waralaba F&B dan meningkatnya biaya operasional di tingkat gerai. Dengan menggabungkan model bisnis kemitraan dan sistem berbasis data, IBMP menempatkan teknologi sebagai instrumen utama untuk memperluas skala usaha sekaligus meningkatkan keberlanjutan mitra di sektor kuliner.
Baca Juga: Nutrisius Perkuat Keamanan Formula, Buka Ruang Aman bagi Inovasi Produk F&B Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News