KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Jakarta Industrial Estate Pulogadung (Perseroda) atau PT JIEP membukukan kinerja solid sepanjang tahun buku 2025. Perusahaan kawasan industri milik Pemprov DKI Jakarta sekaligus anggota Holding BUMN Danareksa itu mencatat laba bersih naik 174% secara tahunan menjadi Rp 67,04 miliar, di luar revaluasi aset. Jika termasuk revaluasi aset, laba bersihnya mencapai Rp 367,51 miliar.
Kinerja PT JIEP juga ditopang kenaikan pendapatan usaha sebesar 20% menjadi Rp 239,37 miliar. Pada saat yang sama, total ekuitas perusahaan tumbuh 5,9% menjadi Rp6,15 triliun. Capaian ini menunjukkan posisi keuangan perseroan yang semakin kuat dan masih memiliki ruang untuk tumbuh. Direktur Utama PT JIEP Dharma Satriadi mengatakan, kenaikan laba tersebut tidak lepas dari strategi bisnis yang dijalankan secara konsisten, peningkatan kualitas layanan kawasan, serta transformasi operasional yang terus dilakukan. Ia menegaskan PT JIEP tidak hanya mengejar kinerja finansial, tetapi juga menjaga peran kawasan industri agar tetap memberi nilai tambah bagi ekonomi nasional. "Pencapaian laba bersih pada tahun buku 2025 menjadi indikator bahwa PT JIEP memiliki fondasi bisnis yang kuat dan mampu menjaga kinerja perusahaan secara berkelanjutan," ujar Dharma dalam siaran pers, Jumat (22/5/2026). Sepanjang 2025, PT JIEP menjalankan sejumlah program strategis untuk memperkuat daya saing kawasan. Program itu mencakup pengembangan sistem digital tenant, pemanfaatan aplikasi database tenant, pembangunan command center, penguatan fasilitas kawasan, optimalisasi pengelolaan limbah, hingga penerapan energi baru terbarukan. Dari sisi tata kelola, PT JIEP juga mencatat perbaikan. Skor Good Corporate Governance (GCG) perseroan naik menjadi 87,281 dengan predikat “Sangat Baik”, dari 86,137 pada 2024. Selain itu, hasil penilaian kesehatan perusahaan dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO) menempatkan PT JIEP pada peringkat idA-/Stable atau Single A Minus dengan prospek stabil. Ke depan, PT JIEP menargetkan penguatan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi Jakarta dan Indonesia lewat pengembangan kawasan industri yang modern, terintegrasi, berdaya saing, dan berkelanjutan.
Perseroan juga ingin memperkuat posisinya sebagai mitra strategis bagi investor, pelaku usaha, dan pemerintah dalam membangun ekosistem industri yang mendorong pertumbuhan ekonomi secara inklusif. “Kami percaya bahwa kawasan industri tidak hanya menjadi tempat berlangsungnya aktivitas bisnis, tetapi juga menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi,” kata Dharma. Kalau mau, saya bisa lanjut bikin versi yang lebih ringkas gaya berita kantor redaksi atau versi lebih tajam dengan angle ekonomi-bisnis. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News