PT MRT Jakarta & WRI Indonesia Sepakati Kajian Perhitungan Reduksi Emisi MRT Jakarta



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT MRT Jakarta (Perseroda) dan World Resources Institute Indonesia, menyepakati kerja sama penyusunan metodologi dan perhitungan reduksi emisi MRT Jakarta. Kesepakatan tersebut dituangkan ke dalam dokumen perjanjian kerja sama yang ditandatangani oleh Direktur Utama PT MRT Jakarta (Perseroda), Tuhiyat dan Managing Director/Sekretaris Pengurus Yayasan Institut Sumber Daya Dunia (World Resources Institute Foundation) Arief Wijaya pada Selasa (31/3) di The Tribrata Darmawangsa, Jakarta Selatan. Penandatanganan disaksikan oleh Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi DKI Jakarta Atika Nur Rahmania, Board Member WRI Indonesia William Sabandar, dan Deputy Head of Low Carbon Infrastructure British Embassy Jakarta Phoebe Rimmer. Kerja sama ini mendapat dukungan penuh dari UK Partnering for Accelerated Climate Transitions (UK PACT) Pemerintah Inggris.

Baca Juga: Proyek MRT East West Line Jakarta–Bekasi Siap Digarap Mulai 2026 “Kerja sama hari ini merupakan wujud nyata komitmen MRT Jakarta dalam mendukung pengurangan emisi sektor transportasi secara terukur. Fokus kolaborasi ini mencakup pengembangan metodologi penghitungan reduksi emisi operasional MRT Jakarta melalui survei peralihan moda (mode shift) serta inventarisasi jejak karbon,” ungkap Tuhiyat, dikutip dalam keterangan resmi yang diterima Kontan, Rabu (1/4/2026). Tuhiyat melanjutkan kerja sama ini juga akan memperkuat proses validasi dan registrasi penurunan emisi melalui Sistem Registri Nasional Pengendalian Perubahan Iklim (SRN PPI), sekaligus membuka peluang pengembangan Nilai Ekonomi Karbon (NEK). Hasil dari perhitungan ini, lanjut Tuhiyat, tidak hanya selaras dengan Peta Jalan Keberlanjutan MRT Jakarta 2022-2030, namun juga memperkuat tata kelola pengukuran, pelaporan, dan verifikasi emisi secara lebih kredibel, transparan, dan akuntabel. Rencananya, kerja sama ini akan berlangsung selama satu tahun ke depan.

Baca Juga: MRT Jakarta Jajaki Potensi Kontribusi Lintas Timur–Barat Fase 2 (Kembangan–Balaraja) Managing Director WRI Indonesia, Arief Wijaya, menekankan pentingnya pendekatan berbasis data dalam memperkuat peran transportasi publik dalam aksi iklim. “Selama ini, kontribusi transportasi publik terhadap penurunan emisi sering belum terlihat secara jelas dalam angka. Dengan metodologi yang kuat, kita bisa menunjukkan bahwa transportasi publik adalah salah satu intervensi paling strategis dalam mencapai target iklim perkotaan,” tuturnya. Selain penandatanganan dokumen kerja sama, kolaborasi ini juga menghadirkan dialog strategis yang membahas peran operator transportasi publik dalam mendukung agenda dekarbonisasi transportasi perkotaan. Diskusi panel ini menghadirkan pembicara dari Pusat Pengelolaan Transportasi Berkelanjutan Kementerian Perhubungan RI, Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta, PT MRT Jakarta (Perseroda), dan PT Transportasi Jakarta.


Baca Juga: Intiland Jajaki Kerjasama dengan MRT Jakarta untuk Pengembangan Kawasan Terpadu

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TAG: