KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT PAL Indonesia akan melibatkan seluruh industri pendukung maritim dalam negeri dalam proses konsolidasi galangan kapal nasional. Direktur Utama PT PAL Indonesia, Kaharuddin Djenod, menegaskan hal tersebut dalam Diskusi Strategis Industri Maritim Chapter II, Jumat malam. Diskusi bertema “United Transformed Unstoppable” itu dihadiri ratusan pelaku industri pendukung maritim. Seperti diketahui, pemerintah melalui Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) menunjuk PT PAL Indonesia sebagai lead integrator galangan kapal nasional. “Penugasan kepada PT PAL Indonesia bukan untuk memonopoli, melainkan untuk membangun kualitas seluruh industri maritim dan ekosistemnya secara bersama-sama,” ujar Kaharuddin. Menurut dia, konsolidasi galangan kapal nasional menjadi momentum untuk mengoptimalkan potensi kebutuhan maritim Indonesia agar dapat dipenuhi secara mandiri. Pemenuhan kebutuhan kapal, kata dia, tidak hanya dilakukan oleh PT PAL Indonesia, tetapi juga melibatkan seluruh galangan dan industri komponen nasional.
PT PAL Konsolidasi Galangan Kapal dan Libatkan Industri Pendukung Maritim Lokal
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT PAL Indonesia akan melibatkan seluruh industri pendukung maritim dalam negeri dalam proses konsolidasi galangan kapal nasional. Direktur Utama PT PAL Indonesia, Kaharuddin Djenod, menegaskan hal tersebut dalam Diskusi Strategis Industri Maritim Chapter II, Jumat malam. Diskusi bertema “United Transformed Unstoppable” itu dihadiri ratusan pelaku industri pendukung maritim. Seperti diketahui, pemerintah melalui Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) menunjuk PT PAL Indonesia sebagai lead integrator galangan kapal nasional. “Penugasan kepada PT PAL Indonesia bukan untuk memonopoli, melainkan untuk membangun kualitas seluruh industri maritim dan ekosistemnya secara bersama-sama,” ujar Kaharuddin. Menurut dia, konsolidasi galangan kapal nasional menjadi momentum untuk mengoptimalkan potensi kebutuhan maritim Indonesia agar dapat dipenuhi secara mandiri. Pemenuhan kebutuhan kapal, kata dia, tidak hanya dilakukan oleh PT PAL Indonesia, tetapi juga melibatkan seluruh galangan dan industri komponen nasional.