JAKARTA. Seiring naiknya harga baja dunia, manajemen PT Penataran Angkatan Laut (PAL) mengambil beberapa langkah drastis agar tak merugi. PT PAL bahkan optimis, tahun ini mereka bisa untung sekitar Rp 3 miliar.Langkah pertama yang dilakukan adalah negosiasi ulang kontrak pengadaan enam unit kapal yang nilainya lebih dari US$ 120 juta atau sekitar Rp 1,14 triliun. Direktur Utama PT PAL Harsusanto mengatakan, langkah sebagai antisipasi risiko kerugian lebih besar. "Saat teken kontrak beberapa tahun lalu, harga baja masih US$ 450 - US$ 500 per ton. Sekarang sudah US$ 1.300 per ton." ujarnya.Harsusanto menambahkan, memang sempat terjadi penurunan harga baja komersial. Namun, menurutnya, harga baja khusus hingga kini masih sangat tinggi. Alhasil, kenaikan ini bisa berdampak buruk bagi bisnis PT PAL yang sempat merugi sebesar Rp 400 miliar tahun lalu.
PT PAL Menargetkan Untung Rp 3 Miliar
JAKARTA. Seiring naiknya harga baja dunia, manajemen PT Penataran Angkatan Laut (PAL) mengambil beberapa langkah drastis agar tak merugi. PT PAL bahkan optimis, tahun ini mereka bisa untung sekitar Rp 3 miliar.Langkah pertama yang dilakukan adalah negosiasi ulang kontrak pengadaan enam unit kapal yang nilainya lebih dari US$ 120 juta atau sekitar Rp 1,14 triliun. Direktur Utama PT PAL Harsusanto mengatakan, langkah sebagai antisipasi risiko kerugian lebih besar. "Saat teken kontrak beberapa tahun lalu, harga baja masih US$ 450 - US$ 500 per ton. Sekarang sudah US$ 1.300 per ton." ujarnya.Harsusanto menambahkan, memang sempat terjadi penurunan harga baja komersial. Namun, menurutnya, harga baja khusus hingga kini masih sangat tinggi. Alhasil, kenaikan ini bisa berdampak buruk bagi bisnis PT PAL yang sempat merugi sebesar Rp 400 miliar tahun lalu.