PT PP Gandeng Black & Veatch untuk Desain PLTGU Batam Bintan 1



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT PP (Persero) Tbk (PTPP) menunjuk Black & Veatch untuk menyediakan layanan desain teknik terperinci bagi pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap atau PLTGU Batam Bintan 1 berkapasitas 120 megawatt (MW) di Pulau Batam, Kepulauan Riau.

Proyek tersebut merupakan milik PT PLN Batam, anak perusahaan PT PLN (Persero), yang ditujukan untuk memperkuat keandalan sistem kelistrikan sekaligus menopang pertumbuhan kebutuhan energi di Batam. Pulau Batam sendiri menjadi salah satu pusat industri dan logistik strategis Indonesia serta berstatus sebagai Kawasan Perdagangan Bebas.

Penunjukan tersebut mencakup layanan desain teknik terperinci untuk mendukung pelaksanaan proyek PLTGU Batam Bintan 1. Black & Veatch akan menangani manajemen rekayasa, pengembangan desain, serta penyusunan dokumentasi teknis yang dibutuhkan dalam tahapan pelaksanaan proyek.


Baca Juga: Bisnis KISI Tumbuh, Rekening Saham Naik 49% dan Transaksi Obligasi Melonjak 128%

Ruang lingkup pekerjaan mencakup desain terperinci untuk sistem mekanikal, elektrikal dan instrumentasi. Pekerjaan tersebut antara lain meliputi penyusunan kriteria desain, penentuan kapasitas peralatan, spesifikasi teknis, gambar teknik serta berbagai dokumen rekayasa yang diperlukan dalam proses konstruksi.

Selain itu, Black & Veatch akan mengerjakan diagram perpipaan dan instrumentasi atau piping and instrumentation diagrams, deskripsi sistem, filosofi distribusi listrik, diagram logika kontrol, perhitungan kapasitas peralatan serta analisis tegangan.

Senior Vice President dan Head of Asia-Pacific and India Black & Veatch Jerin Raj mengatakan, pembangunan infrastruktur energi yang andal dibutuhkan untuk menopang pertumbuhan ekonomi dan kebutuhan energi Indonesia.

“Sebagai salah satu perekonomian paling dinamis dengan pertumbuhan tercepat di dunia, Indonesia membutuhkan infrastruktur yang semakin andal dan tangguh untuk menopang pertumbuhan dan kesejahteraannya, terutama di tengah meningkatnya kebutuhan akan ketahanan energi,” ujar Jerin dalam keterangan resmi, Kamis (1/10/2026).

Baca Juga: IHSG Melemah 1,02% ke 6.009 pada Kamis (1/10/2026), GOTO, MAPI, HRTA Top Losers LQ45

Menurut dia, penunjukan Black & Veatch dalam proyek PLTGU Batam Bintan 1 mencerminkan kepercayaan klien terhadap kemampuan rekayasa perusahaan. Black & Veatch juga memiliki pengalaman dalam mengerjakan berbagai proyek energi di Indonesia dan kawasan Asia Pasifik.

“Terpilihnya kami untuk mengerjakan proyek PLTGU Batam Bintan 1 di Pulau Batam mencerminkan kepercayaan klien terhadap keahlian rekayasa Black & Veatch serta rekam jejak kami selama puluhan tahun dalam menangani berbagai proyek energi kompleks di Indonesia dan kawasan Asia Pasifik secara lebih luas,” lanjut Jerin.

Sementara itu, Sekretaris Perusahaan PT PLN Batam Rudi Antono mengatakan, keterlibatan Black & Veatch menjadi bagian dari upaya memastikan proyek dikembangkan dengan standar teknis, kualitas, keselamatan dan keandalan yang tinggi.

“PLN Batam menyambut baik keterlibatan Black & Veatch dalam mendukung pelaksanaan engineering Proyek PLTGU Batam Bintan 1 120 MW. Kehadiran mitra dengan pengalaman dan kompetensi global di bidang pembangkit listrik menjadi bagian penting dalam memastikan proyek ini dapat dikembangkan dengan standar teknis, kualitas, keselamatan, dan keandalan yang tinggi,” ujar Rudi.

Menurut Rudi, PLTGU Batam Bintan 1 merupakan salah satu proyek strategis PLN Batam untuk memperkuat sistem kelistrikan seiring dengan pertumbuhan kebutuhan energi di wilayah tersebut. Kebutuhan listrik juga meningkat sejalan dengan perkembangan sektor industri, investasi, serta ekosistem digital dan data center di Batam.

“Perkembangan sektor industri, investasi, serta ekosistem digital dan data center membutuhkan dukungan infrastruktur kelistrikan yang semakin andal, efisien, dan berkelanjutan,” katanya.

Batam menjadi salah satu wilayah yang dinilai strategis bagi pertumbuhan industri dan ekonomi digital Indonesia. Letaknya yang berdekatan dengan Singapura serta dukungan terhadap kegiatan manufaktur, logistik dan teknologi digital membuat kebutuhan terhadap pasokan energi yang andal terus berkembang.

PLTGU Batam Bintan 1 diharapkan dapat menambah kapasitas pembangkitan sekaligus memperkuat ketahanan energi di wilayah tersebut. Infrastruktur kelistrikan tersebut juga diproyeksikan mendukung kebutuhan investasi dan ekspansi kegiatan industri serta ekosistem digital di Batam.

Bagi Black & Veatch, penunjukan ini juga menambah rekam jejak perusahaan dalam proyek energi di Indonesia. Perusahaan menyebut telah mendukung pembangunan infrastruktur Indonesia sejak 1972 melalui layanan rekayasa, dukungan pengadaan, manajemen konstruksi serta berbagai program pelatihan tenaga kerja.

Selama lebih dari lima dekade, Black & Veatch telah menyediakan layanan rekayasa, konstruksi dan studi lapangan untuk berbagai proyek energi di Indonesia dengan estimasi total kapasitas pembangkitan mencapai 20 gigawatt (GW).

Proyek PLTGU Batam Bintan 1 juga menjadi bagian dari perkembangan pembangkit listrik berbahan bakar gas di kawasan Asia Pasifik. Pembangkit listrik tenaga siklus gabungan masih memiliki peran dalam mendukung kebutuhan pembangkitan sekaligus perkembangan bauran energi Indonesia di tengah proses transisi energi.

Pengumuman penunjukan Black & Veatch ini disampaikan menjelang penyelenggaraan Enlit Asia 2026 di Jakarta. Agenda tersebut mempertemukan pelaku industri energi untuk membahas sejumlah isu, termasuk ketahanan energi, ketahanan sistem tenaga listrik, pembangkitan energi bersih dan termal, modernisasi jaringan listrik serta investasi infrastruktur energi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News