PT SMI Kucurkan Rp 125 Triliun untuk 129 Proyek Strategis Nasional (PSN)



KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) (PT SMI) terus memperkuat dukungan pendanaan untuk pembangunan infrastruktur prioritas nasional.

Hingga akhir 2025, perusahaan pembiayaan infrastruktur pelat merah ini telah menyalurkan pembiayaan kepada 129 Proyek Strategis Nasional (PSN).

Direktur Operasional dan Keuangan PT SMI Aradita Priyanti mengungkapkan, total komitmen pendanaan yang telah digelontorkan mencapai Rp 125 triliun. Angka tersebut menjadi bagian dari total nilai proyek yang jauh lebih besar.


Baca Juga: Tumbuh 25,52%, Pembiayaan Fintech Lending Capai Rp 98,54 Triliun per Januari 2026

“Untuk saat ini SMI sudah mendanai 129 proyek PSN dengan total komitmen Rp 125 triliun dan total nilai proyeknya mencapai Rp 692 triliun,” ujar Aradita dalam media briefing, Selasa (3/3/2026).

PT SMI menegaskan akan terus mengawal dan mengontrol penyaluran dana agar pembangunan infrastruktur prioritas berjalan sesuai target.

Tak hanya fokus pada PSN, PT SMI juga mulai mengarahkan pembiayaan pada program-program strategis pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam kerangka Asta Cita.

Direktur Utama PT SMI Reynaldi Hermansjah menyebut, perseroan telah masuk dalam pendanaan lima dari delapan program Asta Cita yang diusung pemerintah.

“Lima dari delapan Asta Cita pemerintah itu sudah kami biayai. Jadi cukup besar proyek-proyek yang merupakan bagian dari program pemerintah saat ini dalam konteks Asta Cita,” jelas Reynaldi di kesempatan yang sama.

Meski demikian, manajemen belum memerinci proyek-proyek spesifik yang masuk dalam pembiayaan tersebut.

Baca Juga: Total Digital Loan Booking Bank Mandiri via Livin’ Tumbuh 7% di 2025

Langkah ini mempertegas posisi PT SMI sebagai motor pembiayaan infrastruktur yang adaptif terhadap arah kebijakan pemerintah.

Dukungan pendanaan tersebut diharapkan dapat mempercepat akselerasi pembangunan ekonomi melalui proyek-proyek infrastruktur yang terintegrasi.

Ke depan, PT SMI memastikan proses pembiayaan akan tetap berjalan dinamis mengikuti daftar rencana proyek (pipeline) sepanjang 2026.

Perseroan akan terus memantau kebutuhan pendanaan agar target pembangunan infrastruktur prioritas dapat terealisasi tepat waktu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News