PT SMI Salurkan Pembiayaan Rp 70 Miliar kepada Pemkot Singkawang untuk Pembangunan



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) atau PT SMI menyalurkan pembiayaan senilai Rp 70 miliar kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Singkawang untuk pembangunan 33 ruas jalan dan 4 jembatan. 

Direktur Pembiayaan Publik dan Pengembangan Proyek PT SMI Faaris Pranawa menerangkan pembiayaan itu ditujukan untuk meningkatkan konektivitas, mendorong pertumbuhan ekonomi, serta memperkuat pelayanan publik di wilayah tersebut. Faaris menyampaikan bahwa kerja sama itu merupakan bagian dari peran aktif PT SMI dalam menghadirkan solusi pembiayaan yang adaptif untuk pemerintah daerah. 

Dia bilang PT SMI telah menjalin kemitraan jangka panjang dengan Kota Singkawang, termasuk saat pandemi Covid-19, sebagai upaya menjaga stabilitas ekonomi daerah. Adapun kerja sama berlanjut melalui inisiatif pembiayaan yang produktif. 


Baca Juga: IIF Kantongi Pendanaan Rp1,3 Triliun, Perkuat Pembiayaan Infrastruktur Berkelanjutan

"Pembangunan jalan dan jembatan itu bukan sekadar proyek fisik, melainkan fondasi untuk memperkuat konektivitas dan mendorong aktivitas ekonomi, khususnya di sektor jasa dan pariwisata. Bagi kami, pembiayaan bukan beban, melainkan instrumen percepatan pembangunan. Jika dikelola dengan baik, akan menghasilkan manfaat ekonomi yang berkelanjutan,” ucap Faaris dalam keterangan resmi, Senin (27/4).

Pada 2020, Faaris menerangkan PT SMI telah menyalurkan pinjaman Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) kepada Pemkot Singkawang senilai Rp 200 miliar untuk percepatan pembangunan daerah melalui peningkatan jalan dan drainase, serta revitalisasi gedung dan media pembelajaran.

Sementara itu, Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie menyampaikan pembangunan tersebut bukan sekadar rencana, melainkan investasi nyata untuk masa depan Kota Singkawang. Melalui pembiayaan ini, dia melihat potensi manfaat ekonomi yang akan berdampak pada peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), yang telah melalui kajian bersama Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), serta mendapat persetujuan Kementerian Dalam Negeri. 

"Kami berkomitmen melaksanakan pembangunan secara cepat, transparan, dan akuntabel sebagai wujud amanah untuk mendorong kemajuan daerah,” ujar Tjhai Chui Mie.

Baca Juga: DPK Bisnis Payroll BPD DIY Tumbuh 6% pada Maret 2026

Dalam konteks fiskal daerah, Tjhai mengatakan Kota Singkawang masih menghadapi tantangan dalam memperkuat kemandirian keuangan, dengan rata-rata kontribusi PAD terhadap total pendapatan daerah sebesar 27,07% dalam tiga tahun terakhir. Meski demikian, dia bilang tren kinerja PAD menunjukkan pertumbuhan yang positif, dari Rp 244,32 miliar pada 2023 menjadi Rp 305,26 miliar pada 2025, atau tumbuh konsisten di atas 11% setiap tahunnya.

Melalui dukungan pembiayaan dari PT SMI, Tjhai menyampaikan pembangunan infrastruktur diharapkan tidak hanya memberikan manfaat dari sisi fisik, tetapi juga mampu memperkuat kapasitas fiskal daerah melalui peningkatan aktivitas ekonomi yang pada akhirnya akan berdampak pada peningkatan PAD, penciptaan lapangan kerja, serta peningkatan daya saing Kota Singkawang.

Lebih lanjut, Faaris mengatakan kerja sama itu memperluas portofolio pembiayaan PT SMI kepada pemerintah daerah. Hingga Maret 2026, dia bilang total komitmen pembiayaan daerah PT SMI tercatat sebesar Rp 37,44 triliun, dengan outstanding Rp 15,25 triliun. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TAG: