PT Timah mulai menggarap properti



JAKARTA. PT Timah (Persero) Tbk akan memulai debut perdana dalam bisnis properti. Melalui anak usaha bernama PT Timah Karya Persada Properti alias Timah Properti, mereka berencana meluncurkan tiga proyek tahun ini.

Satu proyek berupa mixed use seluas 176 hektare (ha) di Bekasi Timur, Jawa Barat. Proyek jangka panjang tersebut akan berisi perumahan atau landed house, perkantoran, mal dan rumah sakit.

Proyek rumah tapak Timah Properti bernama Familia Urban. Pada tahap awal, mereka akan membangun 780 unit rumah tapak di atas lahan seluas 15 ha. Bakal ada tiga kluster dengan harga jual Rp 400 juta -Rp 1,1 miliar per unit.


Timah Properti akan menjual unit Familia Urban mulai kuartal II 2017. "Meskipun belum resmi diluncurkan, kami sebenarnya sudah mulai pemasaran bulan ini dengan mengikuti pameran di Jakarta Convention Center," kata M. Arief Asyari, Direktur Utama PT Timah Karya Persada Properti pada KONTAN, Senin (27/2).

Dua proyek Timah Properti yang lain tak sebesar proyek di Bekasi Timur. Sebut saja proyek rumah tapak di Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat. Perusahaan itu hanya berencana membangun 78 unit rumah di sana. Kalau proyek rumah tapak di Pondok Cabe, Tangerang, Banten, malah hanya akan terdiri dari 12 unit rumah saja.

Jadwal penjualan proyek Kelapa Dua Depok dan Pondok Cabe pada April tahun ini. Banderol harga jual rumah kedua proyek tersebut Rp 1,3 miliar -Rp 2 miliar per unit rumah.

Lewat tiga proyek properti tadi, Timah Properti menargetkan marketing sales atawa pendapatan pra penjualan sebanyak Rp 150 miliar sepanjang tahun ini. Target marketing sales tersebut setara dengan penjualan 200 unit rumah.

Timah Properti berencana menyisihkan Rp 100 miliar atau hampir 70% dari marketing sales untuk membiayai pembangunan tiga proyek perdana tadi. Alokasi duit itu sekaligus menjadi dana belanja modal atau capital expenditure 2017.

Timah Properti berharap tahun ini sudah bisa memberikan kontribusi pendapatan untuk PT Timah. Target pendapatan perusahaan tersebut Rp 106 miliar.

Editor: Yudho Winarto