PTBA bidik proyek pembangkit PLN



JAKARTA. PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA) bergerak cepat di awal 2011. Produsen batubara pelat merah ini tengah membidik tender pemasok untuk dua pembangkit listrik yang berlokasi di Sumatra Selatan.

Pembangkit listrik tersebut milik PT Perusahaan Listrik Negara (PLN). Setiap pembangkit memiliki kapasitas 2x300 megawatt (MW) dan 2x150 MW. Total nilai investasi di kedua proyek ini mencapai US$ 1,17 miliar. "Kami memang ikut dua tender pembangkit listrik," ujar Sekretaris Perusahaan PTBA Achmad Sudarto, Selasa (25/1).

Proyek pembangkit tersebut bagian dari proyek pembangkit listrik 10.000 MW. Di kedua pembangkit tersebut, PTBA berperan sebagai pemasok batubara. Untuk memenangi tender itu, PTBA bergabung ke dalam dua konsorsium.


Seorang sumber KONTAN menyebutkan, PTBA ikut bergabung dalam konsorsium yang digawangi PT Astra International Tbk (ASII). Namun Achmad enggan mengomentari kabar tersebut.

Sebelumnya, Grup Astra membentuk konsorsium yang mengincar dua proyek pembangkit listrik di Sumatra. Selain menggandeng investor lokal, konsorsium ini melibatkan perusahaan asing. Astra ingin menjadi mayoritas di konsorsium tersebut.

Proyek pembangkit listrik Sumatra dijadwalkan dimulai pada tahun ini. Jika berhasil memenangi tender tersebut, PTBA akan memenuhi kebutuhan dananya dengan kas internal. Per 30 September 2010, PTBA mencatatkan kas dan setara kas senilai Rp 4,84 triliun.

PTBA terbilang agresif menyuplai batubara untuk pembangkit listri PLN. Tahun ini, PTBA harus menambah pasokan batubara ke PLN sebanyak 1,5 juta ton. Dengan penambahan itu, total pasokan batubara PTBA ke pabrik setrum nasional tersebut mencapai 9,5 juta ton.

Pada tahun lalu PTBA menjual 8 juta ton batubara ke PLN. Manajemen PTBA memperkirakan produksi batubara sepanjang 2011 akan bertambah 9% dibandingkan produksi di 2010. Untuk penjualan, PTBA memasang target pertumbuhan sebesar 7%.

PTBA menyiapkan belanja modal sepanjang tahun ini senilai Rp 1,8 triliun. PTBA akan menggunakan dana internal untuk memenuhi kebutuhan capex tersebut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Dupla Kartini