JAKARTA. Proyek angkutan kereta api dan pelabuhan batubara di Sumatera Selatan akhirnya jalan. PT Bukit Asam Transpacific Railway (BATR), resmi menggandeng China Railway Group Limited untuk pembangunan proyek senilai US$ 4,8 miliar atau sekitar Rp 44 triliun itu. Keduanya telah meneken kesepakatan kontrak engineering, procurement, and construction (EPC) serta operator and maintenance (O&M), Selasa (23/3) lalu di Beijing, China. Proyek dengan panjang jalur sekitar 307 kilometer itu memiliki kapasitas angkut 27 juta ton per tahun. Catatan saja, BATR merupakan perusahaan patungan antara PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk dengan porsi kepemilikan sebesar 10%, PT Transpacific Railway Infrastructure dengan porsi kepemilikan sebesar 80%, dan China Railway Engineering Corporation dengan porsi kepemilikan sebesar 10%.
PTBA dan China Garap Proyek Rp 44 T
JAKARTA. Proyek angkutan kereta api dan pelabuhan batubara di Sumatera Selatan akhirnya jalan. PT Bukit Asam Transpacific Railway (BATR), resmi menggandeng China Railway Group Limited untuk pembangunan proyek senilai US$ 4,8 miliar atau sekitar Rp 44 triliun itu. Keduanya telah meneken kesepakatan kontrak engineering, procurement, and construction (EPC) serta operator and maintenance (O&M), Selasa (23/3) lalu di Beijing, China. Proyek dengan panjang jalur sekitar 307 kilometer itu memiliki kapasitas angkut 27 juta ton per tahun. Catatan saja, BATR merupakan perusahaan patungan antara PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk dengan porsi kepemilikan sebesar 10%, PT Transpacific Railway Infrastructure dengan porsi kepemilikan sebesar 80%, dan China Railway Engineering Corporation dengan porsi kepemilikan sebesar 10%.